Wednesday, 27 Jan 2021
Temukan Kami di :
Teknologi

Sidang Virtual Peretas Akun Twitter Sejumlah Tokoh di AS Diganggu Suara Jeritan-Video Porno

Aisyah Isyana - 06/08/2020 21:25

Beritacenter.COM - Gangguan suara musik hingga video porno, mewarnai persidangan remaja Amerika Serikat (AS) pelaku peretasan akun-akun Twitter sejumlah tokoh terkemuka. Sidang itu diketahui digelar secara virtual melalui aplikasi video conference, Zoom.

Adapun agenda sidang yang digelar pada Rabu (5/8) waktu setempat itu yakni membahas soal pengurangan ketentuan jaminan bagi remaja 17 tahun yang identitasnya dirahasiakan dari publik karena masih dibawah umur, seperti dilansir AFP, Kamis (6/8/2020).

Baca juga : Akun Twitter Resmi Apple, Pendiri Tesla, Elon Musk Diretas Dalam Waktu Bersamaan

Remaja yang didakwa sebagai dalang utama atau mastermind dibalik peretasan sedikitnya 130 akun Twitter itu dibekuk petugas pada Jum'at (31/7) pekan lalu. Adapun sejumlah tokoh yang menjadi korban peretasan berkedok penipuan Bitcoin itu, yakni Barack Obama, Joe Biden dan Elon Musk.

Adapun penahanan terhadap remaja itu ditetapkan dengan besaran uang jaminan US$ 725 ribu. Menyikapi hal itu, pihak pengacara terdakwa mengajukan permohonan pengurangan besaran uang jaminan yang ditetapkan tersebut.

Laporan media lokal, Tampa Bay Times, menyebutkan jika proses persidangan itu mendapat gangguan dari suara musik, suara jeritan, hingga video porno. Gangguan yang cukup sering terjadi itu membuat hakim Christopher Nash memutuskan untuk menunda persidangan sesaat.

Namun, sidang virtual via Zoom itu kembali mendapat gangguan, saat hendak dilanjutkan. Diduga kuat gangguan-gangguan itu merupakan ulah dari para peretas lain yang hendak mengganggun persidangan tersebut.

Baca juga : Dilirik Microsoft, Apple Juga Diisukan Ingin Beli TikTok?

Adapun salah satu gangguna yang terjadi, yakni user name pihak yang hadir dalam sidang virtual, diubah menjadi nama organisasi dan media terkemuka seperti CNN dan BCC. Meski begitu, hakim Nash pada akhir persidangan menetapkan tak akan mengurangi besaran uang jaminan terhadap terdakwa.

Sekedar diketahui, terdakwa pelaku peretasan akun Twitter itu ditangkap bersama dua orang lainnya, yakni pelaku berusia 19 tahun dan 22 tahun, yang tinggal di Inggris. Mereka didakwa atas penipuan siber.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA