Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
News

Polrestabes Surabaya Bagikan APD ke Kampung Tangguh di Surabaya

Anas Baidowi - 04/08/2020 20:44

Beritacenter.COM - Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Eddizon Isir mendistribusikan secara langsung ribuan Alat Pelindung Diri (APD) ke 150 perwakilan Kampung Tangguh. Pendistribusian tersebut bermaksud untuk membantu Satgas Kampung Tangguh dalam penanganan COVID-19.

Ribuan APD itu terdiri dari baju hamzat, kacamata google, sarung tangan, masker, hand sanitizer serta thermo gun.

"Bantuan berupa perlengkapan yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh rekan-rekan yang bertanggung jawab di Kampung Tangguh. Supaya ini memberikan motivasi kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo di Mapolrestabes, Selasa (4/7/2020).

Ia berharap, nantinya kampung tangguh akan terus ada walaupun pandemi Covid-19 telah usai.

"Karena sebagaimana kita ketahui, Kota Surabaya sebagai episentrum khususnya di wilayah Jawa Timur. Sehingga Kampung Tangguh ini diharapkan terus akan ada. Meski COVID-19 nanti tidak ada. Akan kami manfaatkan untuk yang lain. Misalnya dari segi keamanan dan lain-lain," imbuhnya.

Hartoyo mengatakan, dengan adanya pendistribusian APD ini, pihaknya berharap masyarakat lebih semangat lagi dalam melawan COVID-19.

"Kalau kita bicara tentang data dan fakta, ini ada salah satunya di Kampung Dupak Masigit yang awalnya dulu ada 50 konfirmasi positif sekarang nol," ujarnya.

Sementara itu, salah satu Ketua RT di Dupak Masigit, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Sugeng Santoso mengatakan bahwa tidak mudah untuk mengajak masyarakat untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan.

"Awalnya sampai ada yang banting helm. Tapi kita semangat. Bahkan ada yang bilang buktikan kalau virus itu ada. Virus itu memang kasat mata. Tapi banyak yang kena kenyataannya gitu. Padahal hanya mengingatkan pakai masker, cuci tangan," kata Sugeng.

Sugeng menjelaskan, beberapa warga ada yang malu dan patuh saat diingatkan. Namun ada juga yang tidak menghiraukan saat diingatkan untuk patuh protokol kesehatan.

"Tapi kita harus sabar, demi kebaikan bersama," ungkap Sugeng.

Bahkan, Sugeng bersama Satgas Kampung Tangguh pernah mendapatkan perlakuan kurang mengenakan dari warga yang diingatkan agar mematuhi protokol kesehatan. Mereka diajak berkelahi oleh warga yang diingatkan.

"Tapi saya harus mengalah demi kebaikan. Akhirnya kami minta bantuan pihak kepolisian untuk membina," lanjut Sugeng.

Dengan adanya kampung tangguh ini, Sugeng bersama Satgas Kampung Tugas mengaku ingin membuktikan jika Surabaya mampu keluar dari zona merah Covid-19.

"Demi warga, saya ingin Surabaya bebas dari COVID-19. Kalau saya lihat di televisi itu, hati saya itu berontak. Di berita itu selalu dikatakan Surabaya itu zona merah, zona merah saya ingin Surabaya harus (hijau)," pungkas Sugeng.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA