Monday, 28 Sep 2020
Temukan Kami di :
Politik

GERAKAN "GELANDANGAN POLITIK" SEKELOMPOK MANUSIA GAGAL YANG BURUK LAKU

Indah Pratiwi Budi - 04/08/2020 09:54

Kekuatan extra parlementer memang sah saja digunakan dalam sistem demokrasi, tetapi kalau alasan bangkitnya kekuatan itu di tengah pandemi dan krisis ekonomi dunia, maka jelas kalian sedang menusuk kawan seiring. Menggunting dalam lipatan terhadap bangsa ini.

Problem Indonesia tidak separah negara lain. Setidaknya data dari World bank dan IMF menunjukkan bahwa Indonesia termasuk China dan India, tiga negara di dunia ini yg bisa tumbuh positif ekonominya. Sementara negara lain tumbuh negatif masuk ke jurang resesi.

Sejumlah tokoh yg mengatasnamakan perwakilan masyarakat peduli masa depan negara dan bangsa mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), di Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2020) siang.

Para tokoh dan aktivis yang hadir dalam acara itu antara lain Din Syamsudin, Abdullah Hehamahua, Rocky Gerung, MS Ka'ban, M Said Didu, Refly Harun, Syahganda Nainggolan, Prof Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M Massardi, Moh Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.

Saya tidak begitu paranoid dg sikap mereka. Tetapi karena alasan KAMI dibentuk seperti alasan Din Syamsudin, yaitu kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Untuk itu perlu gerakan menyelamatkan Indonesia, yg berarti menyelamatkan jutaan keluarga karena kepala keluarganya kini tidak bisa lagi bekerja karena kena PHK.

Maka saya perlu menanggapi sebagai sumbang saran.

- Pertama, semua negara di dunia ini sekarang sedang suffering dan goyang fondasi Ekonominya. Apa pasal ?

Karena COVID-19 yg memaksa dunia usaha shutdown demi kemanusiaan dan alasan kesehatan. Sebagaimana retorika Anies Baswedan, “ Ekonomi tidak penting, yg penting kesehatan rakyat. Kalau rakyat sehat, ekonomi akan lebih mudah bangkit lagi” Artinya, tidak perlu jadi profesor untuk tahu bahwa keadaan PHK dan ekonomi oleng, bukanlah karena negara engga becus urus ekonomi. Tetapi karena pandemi. Yg sampai sekarang tidak ada satupun negara yg sukses recovery economy nya atas adanya pandemi. Semua struggle !

- Kedua, kalau kalian ingin menyelamatkan negara, yg paling tepat adalah gunakan energy besar itu untuk mendidik rakyat agar disiplin mengikuti protokol pelonggaran PSBB, sehingga proses recovery economy bisa dilanjutkan di tengah pandemi. Itu pikiran bijak dan terhormat.

Karena problem Indonesia tidak separah negara lain. Setidaknya data dari World bank dan IMF menunjukkan bahwa Indonesia termasuk China dan India, tiga negara di dunia ini yg bisa tumbuh positif ekonominya. Sementara negara lain tumbuh negatif masuk ke jurang resesi.

- Ketiga, belajarlah kepada negara kecil seperti Singapore.

Walau mereka masuk resesi dg pertumbuhan ekonomi negatif, namun negara kecil itu tetap kokoh dg semangat spiritual tinggi saling bergandengan tangan menghadapi Pandemi COVID-19 dan sekaligus struggle melakukan pemulihan ekonomi.

Atau tirulah yayasan Buddha Tzu Chi yg secara nyata memberikan bantuan tenaga dan dana guna menyelamatkan negara ini dari resiko adanya Pandemi.

Atau tirulah Hizbullah yg mengerahkan banyak petugas medis dan relawan untuk meningkatkan sistem perawatan kesehatan di Lebanon.

Kekuatan extra parlementer memang sah saja digunakan dalam sistem demokrasi, tetapi kalau alasan bangkitnya kekuatan itu di tengah pandemi dan krisis ekonomi dunia, maka jelas kalian sedang menusuk kawan seiring. Menggunting dalam lipatan terhadap bangsa ini.

Siapapun, asalkan masih ada nurani, akan menyimpulkan kalian memang buruk laku. Bukan kelompok yg membawa kepada kebaikan, tetapi kelompok yg membawa kepada kemudharatan

Mungkin kelompok manusia gagal ini tdk pernah baca berita atau nonton tv, mknya gk ngerti klo Indonesia slh satu dr sedikit negara yg beruntung tdk mengalami resesi yg smp menghancurkan perekonomian negara scr fatal.

Daftar lengkap LSM KAMI 2020

Din Syamsudin (bekas ketua Muhammadiyah)
Abdullah Hehamahua (eks separatis Aceh, dan bekas anggota KPK)
Rocky Gerung (bekas dosen UI)
MS Ka'ban (bekas menteri kehutanan)
M Said Didu (bekas ASN ESDM)
Refly Harun (bekas Komisaris BUMN)
Syahganda Nainggolan (bekas pengamat politik)
Prof Anthony Kurniawan (bekas pakar IT)
Rohmat Wahab (bekas rektor di Jogja)
Ahmad Yani (bekas anggota DPR RI PPP)
Adhie M Massardi (bekas jubir Gus Dur)
Moh Jumhur Hidayat (bekas kepala BNP2TKI)
Ichsanudin Noorsy (bekas ekonom)
Hatta Taliwang (bekas pendiri PAN)
Marwan Batubara (bekas GM Indosat, bekas anggota DPD RI)
Edwin Sukowati (bekas orang PDI)
Joko Abdurrahman (bekas anggota DPR RI PAN)
Habib Muhsin Al Atas (bekas pengurus Partai PBB)
Tamsil Linrung (bekas anggota DPR RI PKS)
Eko Suryo Santjojo (Ketua Partai Pelopor)
Chusnul Mariyah (bekas anggota KPU RI)
Sri Bintang Pamungkas (bekas pendiri partai PUDI)
Rachmawati Soekarnoputri (bekas anak pungut Cendana)
Rizal Ramli (bekas menteri sebentar sebentar)
Gatot Nurmantyo (bekas jenderal TNI)
Kwik Kian Gie (bekas menteri era Megawati)

#BekasSemua
#DejaVu
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=308501593919896&id=100042801730792




Berita Lainnya

MANTAP...! Gibran Blusukan Online

28/09/2020 08:35 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA