Monday, 10 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Penyebab Dibalik Biaya Sekolah yang Tetap Sama Saat Pandemi

Anas Baidowi - 31/07/2020 17:03

Beritacenter.COM - Situasi pandemi COVID-19 saat ini membuat semua orang untuk menjaga jarak demi mencegah penularan virus corona. Salah satu upayanya termasuk meniadakan pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh (daring). Namun sayangnya, langkah ini justru menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru mengenai biaya pendidikan dan juga keefektifannya.

Terkait pertanyaan tersebut, Kemendikbud melalui Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri mengatakan bahwa baiaya sekolah tetap sama karena pengeluaran sekolah seperti honor guru harus tetap dibayarkan.

"Tentang biaya sekolah, jadi meskipun peserta didik tidak masuk ke sekolah tetapi Bapak/Ibu gurunya tetap harus memberikan pelayanan pembelajaran. Bapak/Ibu guru ini juga tetap harus diberi honorarium sesuai dengan curahan pengabdian yang sudah dilakukan." katanya.

Ia menambahkan, salah satu solusi untuk menentukan perubahan biaya sekolah pada saat sekarang ini adalah dengan melakukan diskusi langsung antara pihak sekolah dengan orang tua/wali murid.

"Tentang biaya pendidikan, ada baiknya antara orang tua yang diwakili komite sekolah dengan pihak sekolah, mengadakan pembicaraan untuk bisa menemukan jalan terbaik bagaimana, dan ini kewenangan dari sekolah untuk bisa mendiskusikan dengan orang tua dan kami juga meminta kepada Bapak/Ibu orang tua untuk bisa memahami juga kesulitan sekolah dalam mungkin memberikan honorarium bagi Bapak/Ibu gurunya." imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah saat ini telah mencoba membantu siswa dalam meringankan biaya sekolah dengan membuat berbagai program bantuan pendanaan seperti BOS dan juga BOP untuk Paud.

"Silakan dibicarakan antara orang tua dengan pihak sekolah sebaiknya bagaimana pembiayaannya. [Untuk] sekolah, pemerintah sudah mengeluarkan dana BOS dan BOP untuk Paud agar digunakan untuk operasionalnya. Tapi mungkin tidak cukup, masih ada perlu tambah dari orang tua. Inilah yang sebaiknya dibicarakan dengan sekolah." ujarnya.

Sebelumnya, Kemendikbud telah menginformasikan kegiatan belajar tatap muka diadakan kembali. Namun, protokol kesehatan harus tetap di terapkan demi menghindari penyebaran virus corona.

"Untuk pembelajaran jarak jauh, Mendikbud, Nadiem Makarim sudah melakukan langkah-langkah dan mungkin tak lama lagi akan diumumkan selain zona hijau, daerah bisa belajar tatap muka terbatas," kata Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo dalam konferensi pers melalui video conference usai rapat terbatas, Selasa (28/7/2020).

Walaupun demikian, pembelajaran tatap muka saat ini hanya berlaku bagi sekolah yang berada di zona hijau dan merupakan siswa sekolah menengah (SMA). Itu pun masih dilakukan secara terbatas.

"Beberapa daerah yang berinisiatif melakukan radio panggil oleh guru, tidak ada rotan akar pun jadi. Ini kreativitas di masyarakat, apresiasi setiap pihak sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung," jelasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA