Monday, 10 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Pernah Kepergok dan Diarak Warga, Predator 'Fetish Pocong' Sempat Janji Tak Ulangi Kelakuan Buruknya

Aisyah Isyana - 30/07/2020 22:27

Beritacentor.COM - Pelaku predator 'Fetish Kain Jarik', Gilang, ternyata pernah mendapat hukuman sosial. Sebelum akhirnya viral di media sosial, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) semester 10 angkatan 2015 ini pernah diarak warga atas kelainan buruknya.

Gilang sendiri memang dikenal memiliki penyimpangan seksual di kalangan rekannya di FIB Unair. Beberapa mahasiswa baru (maba) bahkan membeberkan unek-unek mereka yang menjadi korban dari objek bungkus-membungkus Gilang dengan alasan riset.

Baca juga : Heboh Predator 'Fetish Pocong' di Medsos, Bangga Ngaku Biseksual dan Getol Suarakan LGBT

Gilang juga sempat viral di FIB, saat aksinya membukus korban di kos-kosan dipergoki warga. "Dia pernah ke-gap sama warga. Akhirnya sama warga diarak," ujar Amoretta Putri (20) Mahasiswa FIB Unair semester 7 kepada wartawan, Kamis (30/7/2020).

Gilang juga diberi sanksi sosial oleh warga, dan sempat berjanji tak akan mengulangi kelakuan buruknya. Aksi Gilang diarak warga itu disebut Amoretta terjadi sekitar tahun 2017 atau 2018.

"Dengan membentangkan tulisan 'saya tidak akan mengulangi lagi'. Itu waktu tahun 2017 atau 2018 gitu," cerita Amoretta.

Mahasiswa FIB semester 7, Danang Pradipta (21), juga turut membenarkan kejadian Gilang yang sempat diarak warga. Saat kepergok warga, Gilang pun berdalih jika hal itu dilakukan guna objek penelitian.

"Kayaknya gitu, bungkus-membungkus. Soalnya dari cerita-cerita teknisnya ngajak calon korban itu sama buat penelitian, tali menali seperti itu," kata Danang di depan gedung FIB Unair kampus B.

Danang menyebut angkatannya saat menjadi maba, sempat mengeluhkan kelakuan buruk Gilang. Tak sedikit yang mengatahui jika Gilang memiliki penyimpangan seksual.

"Track recordnya dari dulu seperti itu. Pas saya masih maba, angkatan saya mengeluhkan didekati si Gilang," ujarnya.

Presbem FIB Unair, Adnan Guntur (20), yang merupakan mahasiswa semester 7, menyebut kasus pelaku sempat ditindaklajuti. Sayangnya, hal itu tak membuat pelaku bertaubat, dan mengakhiri kebiasaan buruknya.

"Sama teman-teman diselesaikan dari berbagai jalur. Angkatannya (2015) sendiri, beberapa kepanitiaan menolak dia ada di kepanitiaan (kaderisasi)," kata Adnan.

"Ternyata dia masih belum tobat. Kalau ada maba yang dianggap menarik diincar sama dia, dicari IG-nya, ngajak follback," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA