Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Sayangkan Aksi Ambil Paksa Jenazah COVID-19, Wabub Pasuruan: Jangan Terulang Lagi!

Kami sangat prihatin, sangat menyayangkan kepada warga kami dari Nguling. Mestinya harus komunikasi lebih dulu dengan petugas yang ada di rumah sakit. Ini jangan sampai terulang kembali

Aisyah Isyana - 26/07/2020 20:50

Beritacenter.COM - Adanya aksi pengambilan paksa jenazah probable COVID-19 dari rumah sakit, sangat disayangkan Wakil Bupati Pasuruan KH A Mujib Imron. Dia meminta agar kejadian ini tak terulang, guna mencegah potensi penyebaran virus Corona.

"Kami sangat prihatin, sangat menyayangkan kepada warga kami dari Nguling. Mestinya harus komunikasi lebih dulu dengan petugas yang ada di rumah sakit. Ini jangan sampai terulang kembali," kata Gus Mujib, sapaan Wabup Pasuruan, Minggu (26/7/2020).

Baca juga : Polisi Ringkus Dukun Penggandaan Uang Janjikan Triliunan Rupiah ke Korban di Malang

Gus Mujib juga meminta warga untuk lebih memahami dan menyadari kondisi saat ini, ditengah penyebaran COVID-19 masih terus terjadi. Untuk itu, dia meminta agar warga dapat mematuhi peraturan pemerintah terkait protokol penanganan jenazah COVID-19.

"Karena aturan masa pandemi seperti ini sangat riskan. Dan ini takut dijadikan alasan-alasan. Kami sangat berharap kepada masyarakat Pasuruan utamanya Kabupaten Pasuruan, ada apapun mari kita komunikasi. Pak bupati membuka kran-kran itu. Bahkan pak bupati dan Forkompimda selama ini terus melakukan edukasi sosialisasi," terangnya.

Gus Mujib menyebut pihaknya akan gencar melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat terkait protokol kesehatan COVID-19. Nantinya, edukasi dan sosialisasi ke masyarkat akan turut melibatkan ulama dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

"Bersama organisasi kemasyarakatan kami bersepakat untuk memperbanyak turun ke tingkat kecamatan. Ini sebenarnya sudah kita lakukan kesekian kali sebelumnya," pungkasnya.

Untuk diketahui, ratusan warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, melakukan pengambilan paksa jenazah probable COVID-19 berinisial MA (44), dari RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Jenazah MA dibawa dengan menggunakan mobil pikap itu diketahui memiliki hasil rapid test reaktif, namun belum sempat diambil swab lantaran meninggal.

Aksi pengambilan paksa jenazah ini merupakan yang kedua dalam 10 hari terakhir. Sebelum ini, hal itu juga terjadi pada jenazah AR (29), yang petinya direbut paksa warga Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, saat petugas hendak menguburkan jenazah di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, Kamis (16/7). Warga membongkar peti dan mengeluarkan jenazah, kemudian memakamkannya. Jenazah AR diketahui sebagai probable COVID-18, dan setelah beberapa jam dikubur hasil tes swab tes keluar dan dinyatakan positif COVID-19.




Berita Lainnya

Luhut Sebut Edhy Prabowo Kesatria, Ini Alasannya...

28/11/2020 00:27 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA