Tuesday, 20 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Jawab Keraguan Publik, KKP Terus Restocking Hasil Budidaya Lobster

Dewi Sari - 25/07/2020 12:26

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP) terus melakukan pelepasliaran (restocking) lobster hasil budi daya. Lobster yang direstocking sebanyak 2 persen sesuai aturan di Permen KP Nomor 12 Tahun 2020.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) KKP, Aryo Hanggono, menjelaskan bahwa restocking lobster hasil budi daya bertujuan untuk tetap menjaga populasi lobster di alam.

Hal ini menjawab keraguan publik dan membungkam segelintir orang yang menuding terbitnya Permen KP 12/2020 yang melegalkan penangkapan benih lobster untuk budi daya dan ekspor akan berdampak pada kepunahan.

“Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.12 Tahun 2020, pembudidaya harus melepasliarkan lobster sebanyak 2 persen dari hasil panen lobster yang dibesarkan. Tujuannya untuk menjaga populasi di alam tetap lestari,” papar Aryo Anggono dalam keterangannya dikutip Tim BC, Sabtu, (25/7/2020).

Aryo melanjutkan, pelepasliaran lobster hasil budi daya dilakukan oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Teluk Moramo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara pada Selasa, (22/7) lalu.

Pelepasliaran lobster hasil pembesaran ini dilaksanakan bersama dengan Dinas Kelautan dan Provinsi Sultra, Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Konawe Selatan, Stasiun Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan hasil Perikanan (SKIPM) Kendari, Penyuluh Perikanan Kab. Konawe Selatan, Kecamatan Moramo, Polsek Moramo, dan Koramil Moramo.

Kepala BPSPL Makassar Andry Indryasworo Sukmoputro mengungkapkan, penentuan lokasi sesuai arahan dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Ditjen PRL serta mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh Drektorat Jenderal Perikanan Budidaya.

“Penunjukan zona inti KKPD Teluk Moramo oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tenggara dan BPSPL Makassar sebagai lokasi pelepasliaran lobster berdasarkan pertimbangan habitat yang sesuai serta status sebagai zona inti yang dalam ketentuannya merupakan zona larang tangkap sehingga lobster yang dilepasliarkan nantinya tetap terjaga dan berkembang biak dengan baik dan aman,” ungkap Andry kepada wartawan di Makassar.

Pelepasan itu, lanjut Adry, dilakukan di dua titik pada dua titik di dalam zona inti KKPD Teluk Moramo di perairan Desa Tambulosu Kec. Laonti Konawe.

Ini sesuai dengan rekomendasi dari BPSPL Makassar Wilayah Kerja Kendari dan Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra berdasarkan hasil survei beberapa hari sebelumnya, sehingga pelepasliaran tidak terjadi penumpukan pada satu titik lokasi dalam zona inti kawasan.

Ada 50 ekor lobster hasil budi daya yang dilepasliarkan. Terdiri dari 49 ekor lobster jenis Mutiara (Panulirus ornatus) dan 1 ekor lobster jenis Pasir (Planulirus homarus).

“Total lobster milik PT. Pelangi Maritim Jaya yang dilepasliarkan sebanyak 50 ekor terdiri dari 49 ekor lobster jenis Mutiara (Panulirus ornatus) dan 1 ekor lobster jenis Pasir (Planulirus homarus). Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, Lobster yang dilepasliarkan didominasi oleh jenis kelamin jantan dan panjang karapas bervariasi antara 4,38–7,08 cm dengan berat antara 100–300 gram/ekor,” terangnya




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA