Monday, 10 Aug 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Buat Gaduh Publik, Nadiem Janji Bakal Evaluasi Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Baharuddin Kamal - 24/07/2020 22:12 Mendikbud, Nadiem Mukarim

Beritacenter.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berjanji akan mengevaluasi Program Organisasi Penggerak (POP) yang belakangan ini membuat gaduh publik.

"Kemendikbud telah memutuskan untuk melakukan proses evaluasi lanjutan untuk menyempurnakan Program Organisasi Penggerak. Proses evaluasi lanjutan ini akan melibatkan berbagai macam pakar pendidikan dan berbagai organisasi masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan," kata Nadiem saat konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Kemendikbud RI, Jumat (24/7/2020).

Nadiem mengatakan, evaluasi ini dilakukan karena dirinya menerima sejumlah kritik dari masyarakat. Namun dia tak menjelaskan secara detail terkait kritikan itu.

"Saya kira bahwa penyempurnaan dan evaluasi lanjutan ini dilakukan setelah pemerintah menerima masukan dari berbagai pihak. Kita semua sepakat bahwa Program Organisasi Penggerak merupakan gerakan bersama masyarakat memajukan pendidikan nasional," ucap Nadiem.

Oleh sebab itu, Nadiem akan melakukan evaluasi lanjutan dari POP. Dia ingin memastikan kembali POP memiliki integritas dan transparansi yang baik.

"Tapi kita harus memastikan bahwa program ini, sebelum dilaksanakan, adalah program dengan integritas dan transparansi yang terbaik," ujar Nadiem.

Menurut Nadiem, ada tiga hal yang akan dievaluasi terkait POP. Pertama mengenai integritas dan transparansi dari sistem seleksi POP.

"Pertama adalah integritas dan transparansi sistem seleksi yang kita lakukan. Kami tidak hanya melihat secara internal, tapi juga mengundang pihak eksternal untuk melihat proses yang sudah kita lakukan untuk memastikan bahwa integritas dan transparansinya adalah yang terbaik dengan kualitas yang terbaik," kata Nadiem.

"Yang kedua kita ingin memastikan semua organisasi yang lolos seleksi, memastikan integritas dan kredibilitas dari masing-masing program yang masuk ke dalam Program Organisasi Penggerak," tambah Nadiem.

Lalu yang ketiga, adalah evaluasi mengenai efektivitas dari pelaksanaan program masing-masing di dalam situasi pandemi COVID.

"Dan ketiga objektif daripada evaluasi lanjutan ini adalah untuk memastikan efektivitas dari pelaksanaan program masing-masing di dalam situasi pandemi COVID untuk memastikan efektivitas daripada pencapaian aktivitas mereka bisa dilakukan selama pandemi COVID ini," imbuhnya.

Nadiem mengatakan evaluasi ini akan dilaksanakan selama 3 sampai 4 minggu. Pertimbangan adanya evaluasi lanjutan ini, kata Nadiem, adalah untuk memastikan agar organisasi yang tergabung di POP bisa mengimplementasikan program mereka dengan baik dan diterima di masyarakat.

"Dasar pertimbangan evaluasi ini adalah memastikan pada saat teman-teman organisasi penggerak yang sudah terpilih bisa melaksanakan dan implementasikan programnya. Mereka bisa pastikan dukungan masyarakat dan ormas dan dengan percaya diri mereka bisa membantu menggerakkan reformasi pendidikan Indonesia," tutur Nadiem.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA