Tuesday, 20 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Polri Cegah Pengacara Djoko Tjandra ke Luar Negeri

Anas Baidowi - 24/07/2020 17:21

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri mengirim surat pengajuan pencegahan bepergian ke luar negeri pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Larangan keluar negeri itu dilakukan setelah penyidik memeriksa Anita beberapa kali terkait kasus dugaan penerbitan surat jalan yang dilakukan oleh Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo. Surat jalan itu diterbitkan untuk membantu Djoko Tjandra keluar masuk Indonesia.

"Kemarin tanggal 22 Juli 2020, tim penyidik Bareskrim Polri mengirimkan surat kepada kantor Imigrasi kelas 1 khusus Bandara Soekarno Hatta," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/7).

"Perihalnya, permohonan pencegahan ke luar negeri atas nama Anita Dewi Anggraeni Kolopaking," lanjut dia.

Dia menuturkan bahwa permohonan itu telah diterima dan kini dia dicegah ke luar negeri selama 20 hari, terhitung sejak 22 Juli 2020.

Sebelumnya, Polri telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo. Dia diduga membantu buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra selama 1-19 Juni di Jakarta dan Pontianak.

SPDP bernomor B/106.4a/VII/2020/Ditipidum itu ditujukan kepada Jaksa Agung dan ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo pada 20 Juli 2020.

Pada SPDP itu, Dirtipdum Bareskrim Polri menyebutkan sejumlah bantuan Prasetijo kepada Djoko Tjandra. Pertama, diduga menerbitkan surat palsu, dalam hal ini surat jalan yang membuat Djoko Tjandra bebas keluar masuk Indonesia.

Kedua, sengaja membiarkan orang yang dirampas kemerdekaannya melarikan diri atau melepaskannya, atau memberi pertolongan pada waktu melarikan diri.

Ketiga, sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan atau yang dituntut karena kejahatan, dan/atau memberikan pertolongan kepadanya untuk menghindari penyidikan atau penahanan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA