Monday, 10 Aug 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Apresiasi Permen 12/2020, Eks Menteri KP: ITU SANGAT BAGUS

Lukman Salasi - 24/07/2020 10:25

BeritaCenter.COM – Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 mendapat apresiasi dan disambut baik sejumlah pihak. Permen yang dikeluarkan Edhy Prabowo itu dinilai sangat bagus.

"Menurut hematizo saya Permen 12 Tahun 2020 yang diluncurkan oleh Pak Edy Prabowo selaku menteri menurut saya itu sangat bagus," sebut mantan Menteri KP periode 2001-2004, Rokhmin Dahuri, dalam keterangannya di akun Youtube Helmy Yahya yang kami kutip, Jum’at (24/7/2020).

Rokhmin menjelaskan, Permen yang dikeluarkan Menteri Edhy memberi keseimbangan antara ekspor lobster dengan budi daya.

"Seimbang karena beliau sesungguhnya bukan hanya yang heboh ekspornya aja tetapi justru menekankan syarat untuk budi daya, kemudian si pemegang izin ekspor juga disyaratkan yang kedua untuk restocking, restocking itu untuk melepas liarkan (sebanyak) dua persen," papar Rokhmin.

Ia juga menegaskan, dengan adanya permen itu akan memberi keuntungan bagi pihak nelayan meski harga benih lobster kini lebih mahal dari sebelumnya.

"Sekarang kan pembudidaya 'loh harganya mahal' karena dulu harga benih lobster yang jenis pasir itu hanya Rp5.000 sekarang udah Rp12.000 karena yang dulunya Rp15.000 sekarang udah Rp20.000," tuturnya.

Keuntungan yang akan didapat oleh nelayan dari Permen Nomor 12 Tahun 2020 pun cukup tinggi.

"Nah jadi kalau dari sisi harga benih kan berarti menguntungkan nelayan makanya kalau kita lihat dari Permen ini kalau nelayan pada bersyukur melakukan syukuran karena dia mendapatkan benefit yang luar biasa," tambah Rokhmin.

Ia menambahkan , Permen yang dikeluarkan oleh Edhy Prabowo, kata Rokhmin, dapat memberikan banyak manfaat. Tidak hanya membantu ekonomi nelayan, tapi juga mendorong budidaya.

Menurut Rokhmin, ini yang sangat membedakan dengan kebijakan era Susi yang dinilainya sangat fatal. Susi dianggapnya telah mematikan usaha dan perekonomian nelayan. Budi daya lobster pun nihil.

"Dengan mengambil lalu dibudidayakan kemudian sebagian itu diekspor menurut saya bukan hanya ekonomi tapi juga menyelamatkan kelestarian kan karena dari budi daya kan sebagian nanti di lepas liarkan lagi (restocking). Dan Pak Edy membangun history nanti karena beliau berkunjung ke Tazmania ya," tutup Rokhmin.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA