Monday, 10 Aug 2020
Temukan Kami di :
Nasional

KPK Tetapkan Tiga Tersangka Baru Terkait Kasus Proyek Fiktif Waskita

Baharuddin Kamal - 23/07/2020 20:34 Gedung KPK.

FOKUS : KPK

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengatakan, pihaknya telah menetapkan tiga tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi pengerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya tahun anggaran 2009-2015.

Ketiga tersangka itu yakni mantan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana, dan Wakil Kadiv II Waskita Karya Fakih Usman.

"Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan pada 13 Juli 2020 dengan tiga orang sebagai tersangka," ujar Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020).

Firli menjelaskan, penetapan tersangka Desi Arryani saat dirinya menjabat sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan untuk Jarot Subana, ditetapkan tersangka dalam jabatannya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sementara Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

"DSA (Desi) ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan," jelas Firli.

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan dua tersangka terkait kasus tersebut. Kedua tersangka itu adalah mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS).

Sehingga, hingga saat ini total ada lima tersangka dalam perkara ini. Kelima tersangka tersebut diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor yang diduga fiktif pada pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk selama tahun 2009 sampai 2015.

Atas perbuatannya, lima tersangka ini disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA