Monday, 10 Aug 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Susi Pimpin KKP Dengan Gaya Koboy, Negara Rugi Rp2-3 T Setiap Tahunnya

Lukman Salasi - 23/07/2020 15:08

BeritaCenter.COM – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, seperti seorang koboy dalam membuat kebijakan. Penyusunan peraturan atau kebijakan dibuat Susi tanpa melibatkan partispasi publik seperti tidak adanya dialog pakar dan meminta pendapat masyarakat.

“Mantan Menteri KP periode 2014-2019 mengambil kebijakan sangat seperti seorang koboy,” ujar Ketua Umum Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia (ANLI), Rusdianto Samawa, dalam keterangannya, senin (13/7/2020) lalu.

Kebijakan koboy, lanjutnya, adalah gambaran bahwa proses pengambil kebijakan dan keputusan membuat peraturan itu tanpa ada konsultasi publik, tanpa meminta pendapat para ahli, tanpa memanggil nelayan sebagai perasa akibat peraturan.

Akibatnya, kebijakan yang dibuat Susi malah merugikan negara. Hal ini terkait dengan kebijakan larangan menangkap benih lobster baik untuk kebutuhan budidaya atau ekspor membuat negara mengalami kerugian triliunan rupiah setiap tahunnya.

Kerugian akibat kebijakan Susi diungkap oleh Rokhmin Dahuri, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2001-2004 saat menjadi bintang tamu di channel Youtube Helmy Yahya, Rabu, 22 Juli 2020.

Rokhmin menjelaskan, dampak dari kebijakan itu terjadi penyelundupan lobster yang tinggi sehingga negara mengalami kerugian yang sangat besar.

“Masa Bu Susi itu benih itu dilarang untuk budi daya apalagi di ekspor, terjadilah ilegal penyelundupan yang masif menurut data," tuturnya.

Menurut menteri era Gus Dur ini, keuntungan dari hasil penyelundupan itu bisa mencapai triliunan rupiah. Artinya, dengan jumlah tersebut, kata Rokhmin, itulah kerugian yang dialami negara setiap tahunnya.

"Itu nilainya menurut KKP setiap tahun minimal 2-3 triliun itu dari penyelundupan itu dan itu data resmi dari kementerian pada zaman itu ya," sebut Rokhmin.

"Bisa dibayangkan berarti yang rugi kan negara, yang dapet untung kan oknum-oknum itu tadi kan yang membackingi penyelundupan," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA