Saturday, 25 Sep 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Solutif! Menteri Edhy Atur Penggunaan Cantrang Berdasarkan Zonasi Hingga Ukuran Jaring

Lukman Salasi - 20/07/2020 10:58

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan ( KP) Edhy Prabowo akan melegalkan penggunaan alat tangkap cantrang. Keputusan ini diambil didasarkan pada kajian, konsultasi dan partisipasi publik.

Keterlibatan publik atau khususnya nelayan dalam pembahasan rancangan kebijakan jadi sisi positif KKP era Edhy Prabowo. Budaya konsultasi publik sebelum mengerluarkan kebijakan sama sekali tidak ada pada KKP era Susi Pudjiastuti.

Menteri Edhy mengungkapkan, penggunaan cantrang ke depannya akan diatur berdasarkan zonasi penangkapan agar tidak ada lagi singgungan antara nelayan besar dan kecil.

Selain itu, panjang tali cantrang hingga ukuran jaring juga diatur untuk menghindari eksploitasi sumber daya laut.

"Saya enggak mau melindungi yang besar saja lalu meninggalkan yang kecil, atau melindungi yang kecil tapi meninggalkan yang besar. Keduanya harus jalan beriringan. Ekonomi itu hanya bisa berjalan kalau yang besar dan kecil bareng-bareng," ujar Menteri Edhy beberapa waktu lalu.

"Makanya kita bikin zonasi, kita atur. Jadi mereka sama-sama hidup. Dan gak ada yang tiba-tiba eksplotasi habis-habisan, semua ditentukan," tambah Edhy.

Memastikan keputusan yang diambil tidak salah, Edhy menegaskan, pihaknya sudah menemui para ahli kelautan, pelaku usaha, hingga nelayan cantrang. Edhy juga menampik bahwa penggunaan cantrang merusak ekosistem karang.

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan KKP Trian Yunanda mengatakan, upaya legalisasi ini adalah rencana pemerintah dalam pengaturan pengendalian alat tangkap.

Ada beberapa standar yang ditetapkan seiring dilegalkannya alat-alat tangkap tersebut.

"Tentunya ada standar SNI yang ditetapkan, memenuhi standar keramahan lingkungan. Nanti (diatur) dengan pengaturan-pengaturan, kuota, dan termasuk pengawasannya nanti kita bisa kendalikan semuanya," kata Trian dalam konsultasi publik, Selasa (9/6/2020) lalu.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA