Friday, 14 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Keren! APD Anti Air Buatan Dosen UNS Dilengkapi Alat Filter Virus

Aisyah Isyana - 16/07/2020 21:25

Beritacenter.COM - Guna melindungi para petugas medis digarda terdepan penanganan COVID-19, Darmawan Ismail selaku Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sebesal Maret (UNS) Solo, membuat alat pelindung diri (APD) berbahan anti air. Dia mengklaim jika APD yang dibuatnya tak akan membuat gerah petugas yang memakai.

APD yang diberi nama Surgeons of UNS (SUNS) Protective Equipment (Proque) itu merupakan generasi kedua, setelah peluncuran perdananya pada Senin (30/3/2020). APD ini diklaim tak akan membuat gerah penggunanya dan lebih aman karena saluran pernapasan ada dibelakang.

Baca juga : Dukung Pembudidayaan di Daerah, KKP Berikan 600 Ribu Benih Udang Windu ke Kota Tarakan

"SUNS Proque ini dilengkapi alat untuk memfilter virus yang diletakkan di bagian belakang," kata Darmawan Ismail di auditorium FK UNS, Kamis (16/7/2020).

Darmawan yang merupakan dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler RSUD Dr Moewardi, menyebut SUNS Proque dibuatnya bersama residen bedah. SUNS Proque berfungsi untuk mengatasi droplet dan udara (airbone) yang mengandung material infeksi yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

Adapun alat filter itu diketahui berisi spons yang telah disemprot detergen agar virus yang masuk lewat udara tersaring. Selain itu, terdapat kipas yang ditopang dengan daya dari powerbank yang terpasang di sisi belakang kepala. Kipas ini bertujuan agar pengguna APD tikdak kepanasan dan dapat mengurangi embun dipelindung wajah.

"Untuk melindungi wajah, kami sengaja memakai mika, sehingga wajah benar-benar tertutup dan terlindungi. Meski demikian, kami juga memasang lubang kecil yang tertutup di sebelah dada kanan atas. Hal ini untuk memudahkan tenaga medis jika ingin minum atau membersihkan mika depan yang mengembun," jelasnya.

Pembuatan satu APD dengan bahan dasar anti air itu memakan biaya sekitar Rp1,2 juta. Namun, APD yang membutuhkan dua orang saat pemakaiannya itu telah melewati ujicoba semprot air, dan lainnya.

"Kami sudah melakukan uji coba. Baik dengan disemprot air untuk menguji apakah droplet masuk, maupun ketika menangani pasien. Hasilnya semua baik dan dokter bisa menangani pasien tanpa terganggu," ujar dia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA