Tuesday, 04 Aug 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Kerugian Akibat Larangan Menangkap Benih Lobster Masa Susi

Lukman Salasi - 16/07/2020 11:10

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM – Susi Pudjiastuti, saat masih menjabat sebagai Menteri Keluatan dan Perikanan menebitkan Permen No. 1/2015 Jo. Permen KP No. 56 Tahun 2016. Aturan ini salah satunya melarang Penangkapan Dan/Atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

Dengan adanya aturan tersebut, setiap orang dilarang menangkap atau menjual benih lobster meskipun untuk budidaya dan juga ekspor.

Aturan itu ternyata berdampak negatif dan mengakibatkan banyak kerugian. Berikut daftar kerugian yang kami peroleh dari sumber terpercaya:

1. Hancurnya usaha budidaya dengan survival rate 30% (Priyambodo, 2019) dan perdagangan benih lobster à (1) ratusan ribu nelayan, pembudidaya dan pedagang jadi pengangguran; (2) triliunan rupiah nilai ekonomi wilayah lenyap; (3) sekitar US$ 1,1 miliar/tahun devisa benih lobster lenyap; dan (4) multiplier effects jadi mubazir.

2. Maraknya ekspor ilegal BL  (Benih Lobster) yang merugikan negara triliunan rupiah/tahun (KKP, 2019).

3. Larangan budidaya BL berarti merugikan sustainability & profitability usaha lobster.  Sebab, survival rate BL menjadi lobster konsumsi hanya 0,01% - 0,004% vs 30% budidaya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA