Tuesday, 04 Aug 2020
Temukan Kami di :
Opini

SIAPAKAH YG KEBAKARAN JENGGOT DAN SELALU TERIAK2 TENTANG PKI..?? WASPADALAH..

Indah Pratiwi - 11/07/2020 07:48

Sosok Agus Widjojo (AW) adalah salah satu jendral terbaik yang dimiliki bangsa ini.


Pak AW adalah anak dari Jendral Sutoyo Siswomiharjo yang ikut dibunuh PKI pada peristiwa G30 S/PKI kala itu.

Beliau adalah seorang mantan anggota TNI berpangkat Letnan Jenderal dan sekarang dipercaya memimpin Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Sebuah jabatan yang mentereng bagi para pensiunan militer.

Pak AW adalah seorang yang sangat intens memperjuangkan adanya rekonsiliasi terhadap para korban tragedi '65 melalui simposium-simposium.

Dan karena aktifnya Pak AW menggelar simposium tersebut, belakangan Pak AW justru mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari berbagai pihak karena dinilai memberi ruang pada anak-anak PKI untuk tampil ke publik.

Menurut mereka, Pak AW yang anak dari “Pahlawan Revolusi Jenderal Sutoyo Siswomiharjo” yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI atas kekejaman PKI pada tahun '65 seolah telah lupa akan kebiadaban PKI pada saat itu.
Pak AW seakan telah lupa atas perjuangan para pahlawan pendahulu Negara ini.
Padahal kata "LUPA" adalah satu hal yang mustahil dialami oleh Pak AW.

1. Pak AW pernah mengatakan, bahwa seandainya ada yang perlu marah pada PKI tentu dirinyalah salah satunya karena dia adalah anak dari jendral yang ikut dibunuh, tapi biarlah itu menjadi catatan kelam yang harus dilupakan dan tidak usah mendendam, karena sejatinya semua pihak harus saling memaafkan dan harus bisa berdamai dengan masa lalu.

2. Kalaupun ada pihak lain lagi yang pantas untuk masih marah dan mendendam kepada PKI mestinya itu adalah sebagian besar warga NU secara umum, karena bisa dikatakan bahwa dulu yang "head to head" dengan PKI dan paling banyak korban harta benda, darah dan nyawa adalah dari kalangan NU.
Tapi nyatanya, warga NU adem ayem saja.

Dan yang kebakaran jenggot, takut dengan kebangkitan PKI sekarang ini orang-orangnya ya itu-itu juga, kelompoknya ya itu-itu juga.

Kelompok yang kemarin pas 17 Agustusan Melarang Hormat pada Bendera dan tidak mengakui Pancasila dan menganggap pemerintahan thogut, eh sekarang ujug-ujug sok-sok'an Nasionalis, teriak “Ganyang PKI dan NKRI Harga Mati".

SIAPA DAN ADA APA DGN MEREKA INI? APA YG HENDAK MEREKA SAMARKAN??
MEREKA2 INI YG HARUS DIWASPADAI..

Kenapa Pak AW sudah bisa memaafkan..., dan berdamai dengan masa lalu...?


Bisa jadi Pak AW ini memang tahu..., bahwa PKI '65 itu hanya persaingan para jendral kala itu.


Beliau waktu tahun '65 juga sudah dewasa (18 th) dan pasti tahu kejadian sebenarnya.

Seperti juga dengan warga NU yang adem ayem mungkin karena selalu ingat dengan ngendikane (Alm) Gus Dur waktu dulu diwawancarai di salah satu TV Swasta, yang mengatakan bahwa "PKI itu akal-akalannya Soeharto".

Dan soal isu kebangkitan PKI, waspada itu harus tapi jangan sampai menuduh dan memfitnah karena itu watak iblis yang diturunkan ke manusia.

Rahayu




Berita Lainnya

BELAJAR VS KUOTA

04/08/2020 14:49 - Indah Pratiwi Budi

Waspada Radikalisme di Kalangan PNS

04/08/2020 08:14 - Indah Pratiwi Budi

Menguatkan Regulasi Pembinaan Pancasila

03/08/2020 11:20 - Indah Pratiwi Budi

Penyebaran Radikalisme Meresahkan

03/08/2020 07:55 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA