Friday, 14 Aug 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Polda Metro Tangkap WN Prancis Diduga Cabuli 305 Anak Dibawah Umur di Jakarta

Aisyah Isyana - 09/07/2020 22:18

Beritacenter.COM - Warga negara Prancis bernisial FAC (65) diamankan personel Polda Metro Jaya, lantaran mencabuli 305 anak dibawah umur. Terungkapnya kasus ini bermula dari maraknya kasus eksploiitasi kekerasan seksual terhadap anak akhir-akhir ini.

"Polda Metro Jaya berhasil melakukan ungkap kasus eksploitasi secara ekonomi dan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan warga negara asing. Sebagaimana kita ketahui, akhir-akhir ini marak kejahatan terhadap eksploitasi kekerasan seksual anak," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2020).

Baca juga : Pakar: Konsistensi Pemerintah Kejar Buron Maria Lumowa Patut Dapat Apresiasi

Dalam menjalankan aksinya, kakek bule itu membawa anak dibawah umur ke hotel. Kakek cabul itu beberapa kali pindah hotel selama tinggal di Jakarta.

"Kasus eksploitasi secara ekonomi atau sexual child sex groomer terhadap 305 anak di bawah umur di beberapa hotel di wilayah Jakarta. Untuk waktu, saya ambil tiga bulan terakhir yaitu sekitar Desember sampai Febuari, pelaku melakukan exploitasi terhadap anak di hotel O, Jakarta Barat," jelas Nana.

"Februari hingga April di hotel L, Jakarta Barat. April sampai Juni, pelaku ini melakukan di hotel PP, Jakarta Barat. Tersangka atas nama FAC alias Frans alias Mister, 65 tahun," sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan, Nana menyebut FAC merupakan seorang pengangguran di negaranya. Dia tercatat beberapa kali berkunjung ke Indonesia sejak Febuari 2015 lalu.

"Data dari Imigrasi, tersangka berulang kali masuk. Feb 2015, yang bersangkutan sebagai turis. Selama tiga bulan terkahir, sejak masa pandemi, yang bersangkutan berada di Indonesia berpindah-pindah, selalu berpindah-pindah di tiga hotel tersebut," tutur Nana.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, FAC dijerat dengan Pasal 81 ayat 5 juncto 76 UU Nomor 1 Tahun 2006, tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, penjara paling singkat 10 sampai 20 tahun," tandas Nana




Berita Lainnya

BNN Sergap Truck Pengangkut Sabu dan Ganja

13/08/2020 16:31 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA