Friday, 14 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Menteri Edhy: Lobster Bisa Bertelur Hingga Sejuta, Tak Ada Potensi Punah!

Semakin dalam saya pelajari, ternyata lobster ini sendiri kalau ditakutkan akan hilang dari peredaran atau punah, dari data yang kita miliki potensi punah itu tidak ada

Aisyah Isyana - 07/07/2020 18:47

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjawab kekhawatiran soal lobster akan punah, menyusul kebijakan dibukanya ekspor benih lobster (benur). Dia menilai, populasi lobster masih besar dan tak ada potensi punahnya lobster di Indonesia.

"Semakin dalam saya pelajari, ternyata lobster ini sendiri kalau ditakutkan akan hilang dari peredaran atau punah, dari data yang kita miliki potensi punah itu tidak ada," kata Edhy di Indramayu seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/7/2020).

Berdasarkan hasil penelitian, Edhy justru menyebut potensi jumlah telur lobster yang hidup mencapai dewasa hanya sekitar 0,2 persen, jika ditinggalkan di alam. Berbanding terbalik jika dibudidayakan, dimana telur lobster yang mencapai dewasa mencapai sekitar 30 persen.

Baca juga : Dukung Edhy Prabowo soal Ekspor Benur, DPR Singgung Mantan Menteri yang Tak Rela

"Di Indonesia lobster ini bisa bertelur dalam satu bulan satu juta, kalau dalam setahun hitungan saya ada 27 miliar telur," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Edhy juga menyinggung soal seekor lobster dapat bertelur hingga 1 juta ekor, saat tengah musim panas. Dia menyinggung hal itu terkait banyaknya kekhawatiran lobster akan punah jika diekspor.

"Satu ekor lobster itu bisa bertelur sampai 1 juta dan di daerah yang musim panasnya hanya 4 bulan itu bisa sampai 4 kali bertelur, ini hasil penelitian di Tasmania. Indonesia ini adalah daerah yang banyak mataharinya sepanjang tahun musim panas," kata Edhy dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Dia juga menyebut kemungkinan lobster yang tumbuh dewasa jika dilepas dialam, hanya sekitar 0,2 persen saja. Untuk itu, dia meyakini kemungkinan tingkat hidup lobster sangat kecil jika ditinggalkan di alam.

"Saya sangat yakin seandainya lobster kita tinggalkan di alam, kehidupan di alam itu dia hanya bisa besar 0,02% saja. Jadi 20% ekspor benih lobster itu dia akan jadi dewasa hanya 1 ekor. Sementara kalau di budidaya bisa sampai 30% dan ini bisa dilakukan secara tradisional," jelasnya.

Atas alasan itulah Menteri Edhy Prabowo bersikeras untuk membuka keran ekspor benih lobster. Terlebihm hal itu juga dilakukan lantaran banyaknya nelayan yang menggantungkan hidupnya di komoditas tersebut. Dengan dibukanya keran ekspor benih lobster, Edhy telah membuka peluang untuk perusahaan manapun bergabung. Hingga saat ini, terdapat sebanyak 31 perusahaan yang diverifikasi untuk ekspor benih lobster.

"Sudah ada 31 perusahaan yang diverifikasi, yang diumumkan hanya 26 dan kita terus berkembang. Laut kita terlalu luas, wilayah kita terlalu besar dan sektor ini adalah yang saya sangat yakin akan menghasilkan nilai ekonomi," tandasnya.

Sekedar diketahui, Kebijakan membuka ekspor benih lobster itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020. Regulasi ini mengatur pengelolaan hasil perikanan seperti lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.), dan rajunfan (Portunus spp.).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA