Friday, 14 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

dr Reisa : Indonesia Buat Vaksin Lokal COVID-19, Diprediksi Tersedia Pertengahan 2021

Yang paling penting, Indonesia juga ikutan. Negara kita tengah mengembangkan pembuatan vaksin virus Corona. Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek Prof Ali Ghufron Mukti memprediksi vaksin lokal akan diproduksi massal dan akan tersedia bagi masyarakat Indonesia pertengahan 2021

Aisyah Isyana - 07/07/2020 17:07

Beritacenter.COM - Perkembangan pembuatan calon vaksin virus Corona (COVID-19) terus menunjukkan hasil yang positif. Saat ini, sudah ada beberapa jenis calon vaksin dari beberapa negara yang mulai diujicoba ke manusia. Tak ketinggalan, Indonesia turut mengembangkan calon vaksin yang diperkirakan dapat diproduksi massal tahun depan.

"Setidaknya ada beberapa vaksin dalam tahap uji klinis saat ini. Ada lima calon vaksin di tiga negara, yakni di China, 3 di Amerika Serikat, dan 2 di Inggris. Dan dua uji coba dilakukan dengan mengambil tempat di Australia, Jerman, dan Rusia," kata Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, seperti disiarkan di YouTube BNPB, Selasa (7/7/2020).

Baca juga : Dukung Edhy Prabowo soal Ekspor Benur, DPR Singgung Mantan Menteri yang Tak Rela

dr Reisa menyinggung soal Indonesia yang turut mengembangkan pembuatan vaksin virus Corona. Vaksin lokal buatan Indonesia diprediksi dapat diproduksi massal tahun depan. "Yang paling penting, Indonesia juga ikutan. Negara kita tengah mengembangkan pembuatan vaksin virus Corona," jelas dr Reisa.

"Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek Prof Ali Ghufron Mukti memprediksi vaksin lokal akan diproduksi massal dan akan tersedia bagi masyarakat Indonesia pertengahan 2021," ujar dia.

Untuk itu, dia meminta dukungan masyarkaat agar pembuatan vaksin ini lancar dan segera terlaksana. Jika sudah bisa diproduksi massal, vaksin ini akan disebarkan ke masyarakat yang beresiko, seperti kaum lansia dan mereka yang punya penyakit penyerta (komorbid).

Reisa menyebut perusahaan vaksin Indonesia juga bekerjasama dengan perusahaan Korea Selatan. Dia menyebut hal itu sebagai wujud gotong royong seluruh masyarkat dunia untuk bersama melawan COVID-19.

"Kita patut optimistis bahwa Indonesia dapat menghasilkan vaksin COVID-19 sendiri dalam waktu secepatnya. Dari 15 tahapan yang harus dipenuhi, saat ini calon vaksin Indonesia telah melewati delapan tahapan. Dan akan menuju tujuh langkah berikutnya, di mana proses yang berikut ini membutuhkan proses lebih lama," ujarnya.

Nantinya, vaksin yang dibuat itu akan berguna untuk menumbuhkan kekebalan tubuh. Namun, Reisa tetap mengingatkan agar masyarkat tetap menerapkan protokol kesehatan, sebelum vaksin itu benar-benar dibuat.

"Namun, perlu diingat, sebelum vaksin itu ada, kita perlu melindungi diri kita dan sekitar dari COVID-19 dengan cara yang lebih sudah kita ketahui bersama, cara yang mudah, cara yang singkat, yakni jaga jarak aman 1-2 meter, pakai masker yang benar, dan cuci tangan sesering mungkin dengan air dan sabun paling tidak 20 detik," imbaunya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA