Tuesday, 07 Jul 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Tangis Gadis Muda Jambi di Kantor Polisi, Lapor Telah Diperkosa Ayah Tiri 10 Kali

Aisyah Isyana - 26/06/2020 15:01

Beritacenter.COM - Mengaku telah digagahi ayah tirinya sendiri, seorang gadis muda di Jambi, menangis sesegukan di kantor polisi. Dia melaporkan aksi bejad ayah tirinya ke Polres Tebo Jambi. Merespon laporan korban, polisi langsung meringkus pelaku yang juga ayah tiri korban.

"Jadi awalnya kita ini mendapatkan laporan dari korbannya ini sendiri. Jadi korban ini datang ke Polres sambil menangis di pos penjagaan," kata Kasat Reskrim Polres Tebo Jambi, AKP M Riedho Syawaluddin Taufan kepada detikcom, Jumat (26/06/2020).

"Lalu petugas bertanya kepada korban, ternyata korban mau melaporkan ayah tirinya karena menyetubuhinya. Laporan kita terima dan pelaku kemudian kita tangkap," sambungnya.

Baca juga : Wapres Ma'ruf: Generasi Milenial 'Pemimpin' di Dekade Mendatang Harus Bebas Narkoba

Penangkapan terhadap pria 44 tahun itu dilakukan polisi di kediamannya. Kepada polisi, korban mengakut telah disetubuhi sebanyak 10 kali oleh pelaku. Korban juga diancam untuk tutup mulut.

"Korban disetubuhi sebanyak 10 kali. Setiap akan disetubuhi si korban selalu mendapatkan ancaman, karena korban tertekan dan takut, korban ini selalu dibawa pelaku ke kebunnya untuk melakukan aksi itu. Perbuatan pelaku itu juga sampai tidak diketahui istrinya," beber Riedho.

Sebelum melapor ke polisi, korban juga sempat mengadu kepada ibunya soal aksi bejad ayah tirinya itu. Sayangnya, sang ibu malah terkesan tak percaya dengan pengakuan korban. Alhasil, korban akhirnya memberanikan diri untuk melapor ke polisi.

"Kata si korban ini, ia pernah mengadukan atas perbuatan si ayah tirinya itu tetapi ibunya seperti tidak percaya. Kemudian karena merasa tak tahan atas perbuatan pelaku terus menerus akhirnya si anak itu beranikan sendiri melapor ke kita sambil menangis gitu," jelas Riedho.

Sementara pelaku membantah tuduhan telah memperkosa korban. Kepada polisi, pelaku mengklaim jika hubungan intim dengan putri tirinya itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Kalau pengakuan pelaku gitu ya silakan-silakan saja. Yang jelas dari hasil laporan korban dan dari hasil penyelidikan pelaku ini menjalankan aksi bejatnya itu kepada korban dengan cara diancam," jelas Riedho.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku saat ini telah mendekam ditahanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku terancam dijerat UU Perlindungan Anak, dengan hukuman 15 tahun penjara.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA