Tuesday, 07 Jul 2020
Temukan Kami di :
Politik

Kenapa Elektabilitas PURNOMO Terus Nyungsep Di Bandingkan GIBRAN? INI PENYEBABNYA!

Indah Pratiwi Budi - 25/06/2020 14:46

Beritacenter.COM - Dari hasil sebuah survey yang dilakukan untuk melihat peluang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP sebagai Calwalkot Solo, menunjukkan hasil yang diharapkan dari masyarakat Solo.

Coba kita bandingkan perolehan suara setelah dilakukan survey di wilayah Surakarta itu.

Bulan Juni 2019 :

Purnomo : 38%
Gibran : 13%

Bulan Januari 2020 :

Purnomo : 46 %
Gibran : 40%

Bulan Juni 2020 :

Purnomo : 36%
Gibran : 55%

Dari data tersebut perolehan Purnomo merosot terus, apa penyebabnya?

Pasangan Puguh (Purnomo-Teguh) sudah lebih awal mendeklarasikan diri sebagai pasangan Calwalkot Solo dari rekomendasi DPC PDIP Solo, dan begitu gencar mengadakan acara deklarasi di berbagai tempat, dan lebih banyak dihadiri para kader PDIP. Makanya di awal itu surveynya sangat tinggi.

Sementara Gibran yang belakangan mendaftar lewat DPD PDIP Jateng belum melakukan action apapun, selain mengakomodir para relawan pendukungnya.
.
.
Setelah pasangan PUGUH selesai melakukan berbagai seremonial deklarasi itu, membuka beberapa POSKO pemenangan. Sayangnya posko-posko yang dibuat itu banyak yang mangkrak, dalam arti tidak ada kegiatan sama sekali.

Bahkan di masa pandemi virus Corona ini, saat masyarakat membutuhkan suport para pejabat atau calon pejabat, Purnomo tak terlihat gerakan turun ke masyarakat. Beliau lebih fokus mengurusi struktural birokrasinya saja.

Purnomo juga tidak terlihat giat bergerak di Sosmed untuk mengabarkan kegiatannya, benar-benar beliau tak tertarik dengan Sosmednya. Bisa jadi hal itulah yang membuat elektabilitas beliau terus merosot.
.
.
Bagaimana dengan survey Gibran yang terus meningkat itu?

Sebagai anak muda yang baru memulai terjun ke politik, walau dia pastilah mempelajari soal politik dari bapaknya, tapi terjun secara praktek baru dalam penjaringan Calwalkot ini.

Semangat muda Gibran yang penuh energi ini sepertinya tak ingin dituduh hanya memanfaatkan nama besar bapaknya, ia harus bisa menunjukkan bahwa bisa bekerja dan bisa mengemban amanah rakyat jika dipercaya.

Gibran pun bergerak bersama para relawannya untuk melakukan BLUSUKAN ke berbagai kampung-kampung di Solo, demi mencatat aspirasi warga agar tahu permasalahan yang sebenarnya.

Blusukan Gibran ini seolah tak berhenti dalam waktu pendek, hanya saat Solo ada PSBB saja kegiatannya jeda. Setelah dibuka, Gibran bersama timnya turun lagi ke lapangan untuk membantu rakyat yang terdampak Covid-19 ini.

Posko Gibran yang di Manahan pun tak pernah sepi dari kegiatan sosial tersebut. Selalu penuh dengan barang-barang bantuan untuk rakyat setiap harinya, bahkan sering lembur-lembur.

Dari pengakuan para relawan yang mengikutinya, sering kecapaian, ternyata blusukan ke kampung-kampung itu sangat melelahkan, bahkan sampai malam hari jika Gibran ingin menemui para peronda di sebuah kampung.
.
.
Dua paparan di atas bisa menjadi BUKTI akan kesungguhan 2 kandidat Calwalkot Solo dari PDIP untuk benar-benar bersama rakyat dalam membangun masa depan kotanya.

Purnomo yang seharusnya punya peluang lebih bagus ternyata tak dimanfaatkan dengan maksimal, akhirnya hasil survey yang ada menunjukkan suara Purnomo terus turun.

Pada akhirnya warga Solo bisa menilainya, siapa yang layak jadi Walikota Solo itu? (TP)

#OGO
#Survey
#Gibran
#Purnomo
#PilkadaSolo




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA