Tuesday, 14 Jul 2020
Temukan Kami di :
News

SETENGAH TAHUN AHOK DI PERTAMINA, SETORAN KE NEGARA NAIK 7% JADI 8.5 T

Indah Pratiwi Budi - 25/06/2020 12:23

FOKUS : Ahok

Ahok yg dituduh penista agama hingga dijebloskan ke penjara nyatanya masih menyimpan rasa nasionalisme tinggi. Awal mula ia diisukan masuk Pertamina sudah menuai protes banyak pihak termasuk dari organisasi buruh dan PA 212. Tapi, bukan Ahok dipanggil jika tak mampu membalikkan keadaan.

Beberapa saat ia menduduki kursi Komisaris Utama, ia berhasil mempresentasikan Pertamina di kancah dunia. Ahok membuat sistem Pertamina menjadi lebih transparan, mulai dari hulu ke hilir. Pembangunan 2 kilang sudah ditargetkan rampung tahun 2026. Selain itu, Ahok juga dapat membantu Jokowi untuk mengembangkan B30 dari kelapa sawit.

Kini Ahok semakin membuat Pertamina berjaya dg mencatatkan keuntungan dari tahun sebelumnya. Seperti diberitakan industry.co.id, PT Pertamina mecatatkan laba bersih sebesar 2,53 miliar dolar AS atau senilai Rp35,8 Triliun.

Hal tersebut berdasarkan Laporan Keuangan Pertamina tahun buku 2019 yg diterbitkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yg berlangsung di Jakarta Kamis (18/6).

RUPST juga memutuskan menyetor dividen tunai sebesar Rp8,5 Triliun. Dividen ini naik sekitar 7% dari tahun lalu yg sebesar Rp7,95 Triliun.

“Kami bersyukur Pertamina dapat menorehkan berbagai pencapaian dan mempertahankan laba bersih, sama dg tahun sebelumnya,” kata VP Komunikasi Perusahaan Pertamina Fajriyah Usman.

Perlu diketahui, Pertamina berhasil mempertahankan produksi migasnya pada tahun 2019 dg pengeboran 322 sumur pengembangan, 14 sumur eksplorasi dan melakukan 751 kegiatan workover, serta 13,683 layanan sumur.

“Saat ini, Pertamina telah memiliki lapangan migas yg tersebar di 13 negara di benua Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa. Dari lapangan tersebut, kami berharap dapat mendukung aspirasi pemerintah mencapai 1 juta BOPD dan 4 ribu MMSCFD pada tahun 2024, ”kata Fajriyah Usman.

Selain itu untuk mendukung ekonomi negara, pada tahun 2019 Pertamina juga mencatat capaian penting dg jumlah penurunan nilai crude sebesar 35 persen dan produk sebesar 11 persen. Langkah ini bisa menambah devisa sebesar 7,3 miliar dolar AS atau Rp109 Triliun.

Percaya atau tidak, kemajuan Pertamina ini tak lepas dari tangan dingin Ahok. Kegigihannya dalam bekerja dg Jokowi yg tulus membangun bangsa. Maka tak heran jika ia sering dicemooh sebagai Komut rasa Dirut. Tapi sindiran ini tak lantas menghentikan langkahnya, malah semakin memotivasinya demi memajukan Pertamina.

Selain memajukan Pertamina, Ahok juga tanggap terhadap isu bantuan khusus saat pandemi corona. Dari awal menyelesaikan kasus, dg sigap ia menyiapkan RS Pertamina Jaya sebagai RS khusus bersama Erick Thohir. Ahok ikut jajarannya juga menyulap lapangan bola sebagai RS Pusat Pertamina untuk menambah pelayanan pasien corona.

Kini Pertamina sedang menyiapkan holding BUMN untuk menjawab tantangan Erick Thohir dalam pembuatan mobil listrik. Ini sangat mendukung program Jokowi dalam pemanfaatan tambang nikel yg diolah sebagai baterai untuk mobil listrik. Selain itu, Pertamina tengah menyiapkan gasifikasi batubara untuk mengolah batubara sebagai energi alternatif.

Jadi, prestasi Pertamina bisa dibayangkan seperti apa. Psng Ahok sebagai Komut saja, satu BUMN bisa diobrak abrik dan diarahkan untuk maju pesat. Akhirnya Pertamina akan menjadi perusahaan negara yg memberikan banyak keuntungan bagi negara dan peningkatan usahanya.

Semoga Erick Thohir bisa menemukan orang yg setara dg Ahok untuk membenahi BUMN lain seperti PLN. Saya yakin tidak kurang stok orang baik di negeri ini dan berjuang menantang mafia. Tapi jika kesulitan lebih baik menggilir Ahok d BUMN yg kritis.

Seperti BUMN listrik yg akhir2 ini menimbulkan kontroversi. PLN dari tahun ke tahun menerima uang padahal memonopoli pasokan listrik. Sementara subsidi pengguna 450 VA dan 900 VA, dari APBN. Lantas mengapa PLN malah membebankan subsidi kepada pengguna lain? Ini miris sekali.

Padahal Pertamina yg membuat satu harga di seluruh Indonesia tidak sampai merugi. Malahan mencatatkan laba lebih tinggi. Haruskah Ahok ditaruh jadi Dirut atau Komut selama perubahan agar PlN bisa berubah? Smoga Erick Thohir mempertimbangkan hal ini.

Kalau dirasa Ahok masih mendesak di Pertamina, maka ia bisa merangkap Komut juga di PLN. Biarlah ia membenahi perusahaan yg sekarat karena korupsi dan managemen bobrok tersebut. Kita yakin kalau setengah tahun Ahok di Pertamina bisa memperoleh keuntungan 7 persen, maka setoran di PLN sudah cukup untuk membawa perusahaan yg semula buntung jadi untung.

https://s.id/ksioN 
https://s.id/ksiGy 
#DejaVu




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA