Tuesday, 29 Sep 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Korban Penganiayaan Novel Datangi Sidang Air Keras: Dimana Keadilan?

Anas Baidowi - 23/06/2020 12:50

Beritacenter.COM - Korban kasus penganiayaan dan penembakan yang dilakukan oleh mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu Novel Baswedan mendatangi sidang pembacaan tuntutan terdakwa kasus penyiraman air keras di Jakarta Utara (Jakut), Senin (22/6).

Mereka (para korban) mendatangi Pengadilan Negari (PN) Jakarta Utara untuk bertemu dengan Novel Baswedan dan mencari keadilan.

Pasalnya, berkas kasus penganiayaan hingga memakan korban nyawa itu sudah dilimpahkan ke PN Bengkulu, namun hingga saat ini sidah kasus tersebut belum dilanjutkan.

"Kedatangan saya kesini untuk mencari keadilan dan sekalian melihat aksi dan reaksi seorang Novel Baswedan," kata korban Irwansyah.

Para korban yang hadir yakni Irwansyah Siregar, Dedi Mulyadi, Dony Yefrizal Siregar dan M. Rusli Alimsyah.

Irwansyah mengatakan, hak Novel sebagai korban kasus penyiraman air keras sudah terpenuhi di mana para pelakukanya sudah tertangka. Namun demikian, hal itu berbeda dengan kasus sarang burung walet medio 2004 silam.

"Kami Sudah mengadakan hukum, sudah mengajukan Praperadilan menang, sementara beliau belum disidangkan. Kita kan sama di mata Undang-undang, yang mendapat perlindungan di mata Undang-undang. Itu yang kami kejar hingga sekarang," tuturnya.


Kelompok Aktivis Gugat Novel Baswedan

Dihari yang sama, sekelompok Aktivis Gugat Novel (AGN) kembali berunjuk rasa di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (22/6). Mereka mendesak agar kasus dugaan penganiayaan sarang burung walet Bengkulu yang melibatkan Novel Baswedan segera disidangkan.

Koordinator aksi AGN, Bayu Sasongko meminta agar agar Novel diadili. Menurutnya, kasus tersebut bukanlah rekayasa dan kriminalisasi.

"Kami tantang Novel buktikan di pengadilan. Saya kasihan dengan korban dan keluarganya yang hingga saat ini menanti keadilan agar kasus itu dibuka kembali ke publik" kata Bayu.

"Sangat fair sekali jika kasus di Bengkulu itu juga disidangkan secara transparan, sehingga aspirasi rakyat kecil menjadi terakomodir," lanjutnya.

Ketika ada keputusan praperadilan yang dikeluarkan dan memerintahkan agar kasus itu segera disidangkan dan surat pemberhentian perkara itu tidak sah maka secara hukum itu tidak ada pilihan lain.

"Tidak ada pilihan lain kecuali memang harus diuji di pengadilan perkara, itu agar kemudian publik tidak melihat bahwa seolah-olah Novel Baswedan kebal hukum. Dan hukum kemudian hanya tajam kebawah dan tumpul keatas terima kasih," bebernya.

Bayu menambahkan jangan hanya Novel Baswedan saja yang boleh mencari keadilan. Sebaiknya, kata dia, Novel Baswedan menghadapi kasus ini secara profesional dan tidak mencampur adukkan dengan politik.

"Apakah hanya dia yang boleh mencari keadilan di negeri ini," pungkasnya.

Dalam aksinya, massa juga membawa alat peraga berupa spanduk dan poster bertuliskan "Tegakkan Keadilan !! Novel Baswedan boleh protes terhadap kasus yang menimpa dirinya sekarang, tapi biar fair Novel Baswedan juga harus menyelesaikan kasus "Sarang Burung Walet", Gimana Bung Novel Baswedan??,

Selain itu ada juga spanduk bertuliskan Penyiram Air keras sudah dituntut 1 tahun penjara Sementara korban penembakan Novel Baswedan kasus sarang burung walet "masih menunggu keadilan tanpa Menyalahkan Presiden Jokowi, #EnggakSengaja Nembak Orang Novel Baswedan".

Dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan.

"Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA