Tuesday, 14 Jul 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Serahkan Senpi, Anggota KKSB Papua Ini Nyatakan Kembali ke Pangkuan NKRI

Aisyah Isyana - 22/06/2020 20:55

Beritacenter.COM - Menyatakan kembali ke NKRI, anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua, Tendison Enumbi, melakukan penyerahan senjata api jenis pistol merek Baretta dan 5 butir ke negara. Prosesi penyerahan senjata itu digelar dalam upacara resmi di Lapangan Alun-alun Kota Baru, Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (22/6/2020).

Upacara penyerahan senjata itu dipimpin Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda. Pada kesempatan itu, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Puncak Jaya, Zakarias Telenggen, TNI-Polri, ASN, Ormas, pimpinan Denominasi Gereja, dan masyarakat Mulia.

Baca juga : Polri Minta Jajaran Perketat Penjagaan Pasca Insiden Pria Gangguan Jiwa Terobos Mako Brimob

Penyerahan senpi laras pendek Baretta beserta lima butir dilakukan oleh anggota DPRD Dapil Mewoluk, Koti Weya, selaku perwakilan dari Tendison Enumbi. Senjata itu nantinya akan diserahkan ke negara melalui Dandim 1714/PJ, Letkol Inf Agus Sunaryo dan Kapolres Puncak Jaya, AKBP Mikael Suradal.

"Kita sangat sayangkan saudara Tendison harus mengalami kecelakaan (jatuh) saat akan menyerahkan diri, menyebabkan senjata meletus dan mengenai dirinya sendiri dan harus dirujuk ke RSUD karena yang bersangkutan terkena peluru," ujar Bupati Yuni Wonda.

Dia berharap anggota KKSB lainnya dapat mengikuti jejak Tendison Enumbi untuk beritikad baik kembali ke NKRI. "Ini bisa terjadi berkat pendekatan dan komunikasi yang kita bangun selama ini sehingga masyarakat dapat membangun kepercayaan kepada pemerintah," jelasnya.

"Kita harus melakukan pendekatan persuasif dan membantu mereka jika mengalami kesulitan, karena itu faktor mereka tertarik, bukan janji tetapi perhatian dan empati itulah kunci perubahan cara pandang mereka terhadap pemerintah," tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Puncak Jaya, Zakarias Telenggen, mengapresiasi upaya aparat keamanan yang melakukan pendekatan terhadap KSB di wilayah Puncak Jaya, hingga akhirnya sadar dan kembali ke pangkuan NKRI.

"Saya mengajak kepada seluruh aparat pemerintah di Puncak Jaya untuk terus melakukan pendekatan persuasif dan memberi pemahaman kepada masyarakat yang berseberangan, agar mereka mau kembali jadi warga negara NKRI dan membangun daerah bersama-sama," ujar Zakarias.

"Senpi itu milik dan aset negara jadi masyarakat tidak berhak menggunakannya. Pola pendekatan kepada mereka juga harus persuasif," tambahnya.




Berita Lainnya

Ekspor Benur Ciptakan Banyak Lapangan Kerja

13/07/2020 15:20 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA