Saturday, 11 Jul 2020
Temukan Kami di :
Opini

SI KARDUN MAU KUDETA "JOKOWI" TAPI GAGAL TOTAL...!

Indah Pratiwi Budi - 22/06/2020 14:03 Di Tulis Oleh : M Syafiq

Dari awal mereka ingin menggagalkan Jokowi menjadi Presiden, beberapa cara pun mereka lakukan, mulai dari memainkan issue PKI, lalu Riwayat pendidikan, Nasab keluarga sampai membuat skenario supaya terjadi Chaos di mana-mana, dengan alasan itu mereka berharap bisa memakzulkan jokowi dengan cara yang sah! Tapi semua itu gagal, Jenderal! Tuhan masih menginginkan Jokowi untuk menjadi Presiden Indonesia.

Namun memasuki periode kedua, strategi mereka sudah berubah, mereka mulai menggunakan media untuk menjatuhkan dan membunuh karakter jokowi. Dengan media dan beberapa SJW serta influencer mereka berusaha membangun karakter jokowi sebagai Presiden yang otoriter di mata masyarakat, yang terbaru adalah kasus Bintang Emon.

Dalam kasus Bintang Emon, ada tiga akun twitter yang pertama kali ngetweet dengan meme "Bintang Emon Kecanduan Sabu". Ketiga akun tersebut sudah jelas bahwa itu hanya akun landing page untuk memainkan issue ini. Akun yang pertama hanya mempunyai dua follower, yang kedua sembilan follower dan yang ketiga Nol follower dan sekarang ketiga akun tersebut sudah hilang namun percakapan terkait "Bintang Emon" "Gak Sengaja" dan "Novel Baswedan" masih trending itu karena diamplifikasi oleh akun² Besar.

Siapa akun besar2 itu? Ya sudah jelas mayoritas mereka adalah pembenci Jokowi! Seperti yang saya katakan, mereka sedang membangun karakter jokowi sebagai Presiden yang Otoriter di mata masyarakat. Salah satu caranya dengan bangun opini bahwa Negara panik dengan kritik Bintang Emon, Bintang Emon diteror, Bintang Emon dibungkam.

Kalau kita amati, hanya tiga akun twitter yang pertama ngetweet pakai meme Bintang Emon, dan itu hanya akun kecil yang followernya tidak sampai 10. Tapi kenapa Issue ini cepat sekali berkembang bahkan media2 mainstream pun Gercep banget naikin berita ini? Karena sudah by design dan ketiga akun tersebut cuma dijadikan sebagai landing page saja. Dalam dunia buzzer, strategi seperti itu cukup ampuh untuk menutupi siapa sutradara dibalik skenarionya.

Masih ada part II

[M Syafiq]




Berita Lainnya

Inilah Contoh Pejabat Indonesia Yang Langka

10/07/2020 12:20 - Indah Pratiwi

KAYU CENDANA DAN SI TUKANG KAYU

10/07/2020 10:06 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA