Wednesday, 30 Sep 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

Ternyata Obat Pasien COVID-19 Ini Dinilai Cukup Berbahaya Oleh Guru Besar UI

Indah Pratiwi - 18/06/2020 15:01 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Obat bernama dexamethasone yang baru-baru ini viral dinilai mampu menyembuhkan pasien Covid-19. Akan tetapi tenaga kesehatan, terutama dokter diminta harus berhati-hati jika mengkonsumsi obat tersebut untuk pasien.

Melansir BBC yang dirilis oleh The Ramdomised Evaluation of Covid-19 Therapyy (Recovery) Trial on Dexamethasone dari Universitas Oxford, Inggris ditanggapi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam.

Dia menjelaskan, hasil risetnya belum dipublikasikan di jurnal kedokteran. Berdasarkan informasi awal, efektivitas obat ini sudah dipublikasi oleh beberapa media.“Dexamethasone menjadi obat pertama yang dapat memperbaiki survival pasien Covid-19,” dalam keterangan tulisnya, Kamis (18/6/2020).

Padahal penelitian itu pernah dilakukan pada 2104. Pasien menggunakan obat dexamethasone dengan takaran 6 miligram (mg) per hari selama 10 hari. Kemudian, peneliti melakukan perbandingan dengan 4.321 pasien yang tidak mengkonsumsi dexamethasone.

Rupanya, angka kematian yang membutuhkan ventilator dan tidak berikan dexamethasone mendapat nilai yang tertinggi sebesar 41 persen. Selain itu untuk pasien yang butuh oksigen yang meninggal sekitar 25 persen dan pada mereka yang tidak butuh intervensi repirasi ada 13 persen saja.

Hal ini berbeda bagi mereka yang mengkonsumsi dexamethasone. Terlihat ada penurunan kematian hingga 1/3 kasus pada yang membutuhkan ventilator dan 1/5 kelompok yang mendapatkan oksigen. Tetapi, dexamethasone tidak mempengaruhi kematian pada pasien yang tidak membutuhkan respirasi.

“Jadi jelas dari hasil penelitian ini bahwa dexamethasone mempunyai efek terapi pada pasien Covid-19 dengan infeksi yang berat dan sedang. Tidak mempunyai efek pada pasien covid-19 yang ringan,” terang Ari Fahrial.

Walau dinilai dexamethasone manjur, tapi hal yang perlu diinggat obat tersebut mempunyai efek samping yang cukup berbahaya. Dalam jangka pendek, pasien mengeluh sakit lambung sampai mual dan muntah. Selain itu ia akan sakit kepala, nafsu makan meningkat, serta sulit tidur.

Untuk jangka panjang, pasien yang diobati obat tersebut akan mengalami moon face (wajah bengkak seperti bulan), kadar gula darah meningkat, tekanan darah juga naik dan mengalami tulang keropos. Selain itu, daya tahan tubuh juga akan menurun sehingga bisa rawan terinfeksi.

“Obat ini terbukti efektif untuk mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19. Tetapi obat ini mempunyai catatan efek samping yang panjang sehingga harus digunakan sesuai petunjuk dokter,” ungkapnya.




Berita Lainnya

4 Bahan Alami Agar Terhindar dari Migrain

28/09/2020 22:21 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA