Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
News

Main Gawai di KRL Tingkatkan Resiko Terpapar COVID-19, Ini Penjelasannya!

Aisyah Isyana - 18/06/2020 08:28

Beritacenter.COM - Moda transportasi commuter line atau kereta rel listrik (KRL) masih jadi pilihan warga Jabodetabek untuk pergi beraktifitas ke tempat kerja, sekolah atau kegiatan lainnya. Selain murah, pengguna menyebut KRL lebih efesien ketimbang kendaraan lainnya.

Pasca merebaknya pandemi COVID-19, pengguna KRL harus dibatasi dan diperketat dengan berbagai protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 ke sesama pengguna KRL. Selain itu, opersionalnya juga disesuaikan, guna mencegah terjadinya lonjakan penumpang di KRL.

Baca juga :

Adapun aturan dan protokol kesehatan yang diterapkan di dalam KRL, yakni diantaranya menjaga jarak antar penumpang dan wajib menggunakan masker. Hal itu dilakukan guna mencegah penularan virus melalui droplet.

Selain itu, ada juga anjuran untuk tidak menggunakan gawai seperti handphone dan tablet saat berada di KRL. Pasalnya, perangkat-perangkat itu disebut berpotensi tercemar virus. Dokter spesialis penyakit dalam dari Junior Doctor Network, dr. Edward Faisal Sp.PD menyebut virus SARS-CoV-2 atau Corona jenis baru yang menempel pada gawai dapat bertahan selama lima hari.

"Saat virus nempel di gawai kita bisa bertahan sampai lima hari, jangan salah," kata dokter Edward, dalam keterangan tertulis Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, Rabu (17/6/2020).

Edward menilai, virus-virus yang berpotensi menempel di gawai itu berasal dari berbagai macam faktor. Tentunya dalam hal ini pencemaran akan lebih banyak berasal dari tangan pengguna yang sebelumnya sudah tercemar.

Sementara soal kaitannya dengan pengguna KRL, penyebaran virus ke gawai juga berpotensi terjadi karena percikan droplet pengguna KRL. Pasalnya, droplet dapat keluar saat manusia berbicara jika tidak menggunakan masker dan menjaga jara. Untuk itu, Edward menyarankan akan pengguna KRL tak menggunakan gawainya saat berada di KRL.

"Kalau ada orang ngomong akan nambah lagi (potensi cemaran virusnya)," kata Edward.

Selain itu, anjuran tak menggunakan gawai di KRL juga bermaksud untuk melindungi keluarga dirumah agar terhindar dari penyebaran virus Corona. Untuk itu, pengguna KRL dianjurkan untuk tak menggunakan gawai guna menjaga kesehatan keluarga dirumah dari COVID-19.

"Jadi selain risiko untuk kita, juga orang yang di rumah. Jadi kalau kita sayang sama orang yang di rumah dan di sekitar kita, sebaiknya jangan keluarin handphone," jelas Edward.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA