Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
News

Soroti Tingginya Kasus COVID-19 di Jatim, JK: Jika Tidak Ditekan Bisa Salip DKI!

Setiap hari ada selisih 150 kasus antara Jatim dan DKI Jakarta. Kalau cenderung begitu, dalam seminggu, maka kasus di Jatim bisa lebih tinggi daripada DKI Jakarta

Aisyah Isyana - 17/06/2020 14:01

Beritacenter.COM - Sejauh ini, jumlah pasien positif Corona (COVID-19) di Jawa Timur sudah mencapai angka 8.290 kasus. Jika terus begitu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyebut kasus Corona di Jatim bisa saja lebih tinggi dan menyalip Jakarta.

"Setiap hari ada selisih 150 kasus antara Jatim dan DKI Jakarta. Kalau cenderung begitu, dalam seminggu, maka kasus di Jatim bisa lebih tinggi daripada DKI Jakarta," kata Jusuf Kalla di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (16/6/2020).

Baca juga :

Untuk itu, JK berharap koordinasi antara Gubernur Jatim dan kepala daerah di Jatim, terutama Wali Kota Surabaya, dapat selalu berjalan dengan baik. Terlebih, wilayah Surabaya telah mencatatkan ada sebanyak 4.181 kasus COVID-19, atau sekira 50 persen lebih kasus di Jatim.

Dengan begitu, Surabaya masih menjadi Kota dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Jatim. "Artinya bahwa dibutuhkan upaya yang luar biasa untuk menurunkan angka Corona ini," jelasnya.

"Saya percaya Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) bekerja sangat luar biasa, wali kota juga kerja, tapi evaluasi sistematik harus terkoordinasi. Tanpa koordinasi, siapa yang mencegahnya siapa yang mengobati, mestinya begitu," terang JK.

JK mengatakan, Jatim merupakan wilayah dengan jumlah penduduk lebih banyak dari pada DKI Jakarta. Sejauh ini, kasus COVID-19 di Jatim terpantau ada 8.290 kasus, sementara DKI Jakarta ada 9.222 kasus, selisih 732 kasus dengan Jatim.

Guna memutus penyebaran COVID-19 di Jatim, mantan Wapres RI ini mengimbau seluruh stakeholder di Jatim khususnya Surabaya dapat saling bekerja sama menurunkan jumlah menekan kasus COVID-19.

"Karena Jatim jumlah penduduk lebih banyak, saat ini kasus sudah 8 ribu. Di DKI ada 9 ribu. Setiap hari ada selisih perbedaan 150 kasus yang lebih tinggi Jatim. Kalau itu dalam seminggu bergantung terus, Jatim nanti bisa lebih tinggi drpd DKI. Sekarang DKI cenderung stabil menurun, Jatim naik terus. Ini bisa terjadi. Harus bersama-sama untuk mencegah guna menurunkan kasusnya," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA