Wednesday, 30 Sep 2020
Temukan Kami di :
News

Membongkar Keburukan "TEMPO" Sepanjang Tahun 2019

Indah Pratiwi Budi - 17/06/2020 15:41

Beritacenter.COM - Media Tempo yang sempat diberi rating 1.1 di app store karena membuat cover buruk wajah Jokowi kini membuat serangan balik. Ratingnya sudah berubah menjadi 3 ke atas setelah memohon-mohon agar diberi rating 5 dengan alasan dukungan terhadap kebebasan pers.

Majalah Tempo didirikan oleh Goenawan Mohamad dan Yusril Djalinus, dengan edisi pertamanya terbit pada 6 Maret 1971. Terbitnya edisi tersebut tidak bisa lepas dari peran prakarsa sekumpulan anak muda pada tahun 1969, antara lain yaitu Goenawan Mohamad, Fikri Jufri, Christianto Wibisono dan Usamah, dan awalnya majalah itu bernama “Ekspres”.

Namun dikarenakan adanya perbedaan prinsip antara jajaran redaksi dan pihak pemilik modal utama, maka Goenawan dan kelompoknya keluar dari Ekspres pada tahun 1970. Pemakaian nama Tempo, tidak lepas masukan dari para pengecer, agar mudah untuk diucapkan. Disisi lain, bila menilik dari sejarah tersebut, sangat wajar jika dalam perjalanannya majalah tempo sering memberitakan berita maupun topik yang kontroversial tanpa memberikan solusi tepat.

Berikut ini Daftar Keburukan konten Majalah Tempo sepanjang tahun 2019, antara lain Majalah Tempo Dinyatakan Langgar Kode Etik Jurnalistik, Majalah Tempo dinyatakan bersalah oleh Dewan Pers melanggar pasal 3 Kode Etik Jurnalistik karena membuat opini yang menghakimi.

Dewan Pers melalui Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor 25/PPR-DP/VI/2019 tentang Pengaduan Mayjen TNI (Purn) Chairawan terhadap majalah berita mingguan Tempo tanggal 28 Juni 2019 terkait keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan 21-22 Mei lalu di Sarinah Jakarta. “Penjudulan ‘Tim Mawar dan Rusuh Sarinah’ tersebut berlebihan, karena Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis 1998 telah bubar.

Tempo Menggugat, Tempo Terlibat: Soal Investasi dan Swasembada Gula, Menyikapi pemberitaan Majalah Tempo Edisi 4827/9-15 September 2019 berupa liputan “Investasi Swasembada Gula Cara Amran dan Isam: Gula-gula Dua Saudara”, Kementerian Pertanian (Kementan) berkeberatan terhadap pemberitaan tersebut. Secara khusus Kementan mengirimkan somasi sekaligus melayangkan pengaduan pada Dewan Pers. Surat ini ditujukan pada Direktur Utama PT Tempo Inti Media, Tbk cq Pemimpin Redaksi Majalah Tempo. Kepala Biro Hukum Kementan MM Eddy Purnomo, mengatakan banyak penggunaan kalimat dan kata pada berita Tempo tersebut yang tendensius dan membangun opini negatif kepada publik. “Tempo membangun narasi terdapat keistimewaan bagi perusahaan tertentu melakukan investasi di bidang perkebunan tebu. Padahal Kementan secara profesional mendampingi 10 investor guna mensukseskan swasembada gula dan mengawal 300 investor yang berminat disektor lain.

Dinilai Berat Sebelah, Tempo Dilaporkan ke Dewan Pers, Tempo Media Group dilaporkan ke Dewan Pers terkait pemberitaan Tabloid Tempo Edisi No 6238, Sabtu, 3 Oktober 2019. Adalah Advokat Peduli Demokrasi, Hanfi Fajri yang melaporkan hal tersebut. Laporan dibuat terkait judul berita “Mayoritas Pimpinan DPR Terafiliasi Dengan Korporasi”. Menurutnya, Tempo melanggar Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Yang mana pada Pasal 5 Ayat 1 disebutkan, “Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah”. Pasal 6, “Pers Nasional melaksanakan peranan menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebinekaan, mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar. Memperjuangkan keadilan dan Kebenaran”.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA