Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
Nasional

KABAR BAIK! Obat COVID-19 Temuan Unair dan BIN Sudah Diproduksi, Akan Disebar ke RS

Lukman Salasi - 17/06/2020 11:27

BeritaCenter.COM – Riset dan penelitian yang dilakukan Universitas Airlangga (Unair) dengan dukungan Badan Intelijen Negara (BIN) berhasil menemukan lima kombinasi obat untuk melawan Covid-19. 

Obat ini telah diumumkan di Jakarta dipimpin langsung Sekretaris Utama BIN, Kolonel Bambang Sunarwibowo pada Jumat (12/6/2020) kemarin. 

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr dr Purwati SpPD K-PTI FINASIM mengatakan obat itu terdiri dari lima varian. 

Rinciannya: 1. Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne, 2. Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline, 3. Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine, 4. Hydroxychloroquine dengan azithromicyne, 5. Hydroxychloroquine dengan doxycycline

Obat tersebut, kata dr Purwati, tidak untuk diperjualbelikan secara bebas. 

"Belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara UNAIR, BNPB, dan juga Badan Intelijen Negara," ujar dr Purwati. 

Regimen kombinasi obat Coronavirus tersebut sudah diproduksi dan segera disebar ke rumah sakit.

“Kini sudah ada ratusan obat yang sudah diproduksi dan akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan,” tuturnya.

Kombinasi regimen obat tersebut memiliki potensi dan efektivitasnya cukup bagus terhadap daya bunuh virus. 

Dosis masing-masing obat dalam kombinasi tersebut yaitu 1/5 dan 1/3 lebih kecil dibandingkan dosis tunggalnya, sehingga mengurangi efek toksik dari obat tersebut bila diberikan sebagai obat tunggal. 

Selain regimen kombinasi obat yang ditemukan, sejumlah peneliti UNAIR menemukan potensi dalam penelitian stem cell. 

Dr Purwati juga menemukan dua formula yaitu Haematopotic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells. 

“Dari hasil uji tantang HSCs ditemukan bahwa setelah 24 jam virus SARS CoV2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut. Sedangkan hasil uji tantang NK cells terhadap virus, setelah 72 jam didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells tersebut,” terangnya. 

Dengan demikian keduanya memiliki potensi dan efektivitas yang cukup bagus sebagai pencegahan maupun pengobatan virus SARS CoV 2. 

Menurutnya, kedua pengobatan alternatif itu bisa menjadi rekomendasi bagi para dokter, industri obat dan masyarakat dalam menangani Covid-19 secara cepat. 




Berita Lainnya

Polisi Selidiki Penyebar Hoax Demo 'Jokowi End Game'

24/07/2021 15:00 - Baharuddin Kamal

Polri Pastikan Stok Obat Covid-19 Aman Terkendali

23/07/2021 16:23 - Baharuddin Kamal

Simak Nih! Penjelasan PPKM Level 1 Sampai 4

23/07/2021 11:07 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA