Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Peredaran Narkoba Marak Selama Pandemi, Kapolda Metro: Sehari 15-20 Pengungkapan

Aisyah Isyana - 13/06/2020 00:01

Beritacenter.COM - Ditengah pandemi virus Corona (COVID-19), Polda Metro Jaya mengungkap adanya peningkatan peredaran narkoba. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyebut pihaknya mengungkap puluhan kasus narkoba dalam satu hari.

"Terus memang dari hari ke hari pun pengungkapan narkoba cukup marak dan hampir setiap hari bisa dikatakan sekitar 15-20 pengungkapan," ujar Irjen Nana dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Baca juga : Polisi Gagalkan Penyelundupan 336 Kilogram Ganja Asal Aceh Siap Edar di Jakarta, Ini Modus Pelaku...

Nana menyebut pihaknya berkomitmen memberantas peredaran narkoba. "Saya dari awal berkomitmen, saya tentunya beserta dengan seluruh anggota, dalam hal ini pejabat utama, para kapolres, berkomitmen untuk lakukan program zero tolerance narkoba," jelasnya.

Nana memastikan pihaknya tak akan kendur dalam mengungkap sindikat peredaran narkoba, meski ditengah pandemi COVID-19. Nana mengatakan, Polda Metro Jaya bersama Mabes Polri telah mengungkap peredaran 800 kg sabu di Banten.

"Terakhir itu kurang lebih 408 kg di wilayah Sukabumi. Nah, itu terkait sabu-sabu," katanya.

Tak hanya peredaran sabu, polisi juga mengungkap peredaran ganja yang beroperasi dengan memanfaatkan situasi pandemi COVID-19.

"Tapi perkembangan ke sini bukan hanya sabu-sabu ya, memang juga jenis narkotika yang lain, yaitu jenis ganja yang juga tidak kalah untuk mereka pun terus lakukan para pelaku ini berupaya untuk edarkan ganja-ganja, khususnya dari beberapa lokasi, khususnya wilayah Aceh ke beberapa wilayah," tuturnya.

Sebelumnya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membongkar peredaran 336 kg ganja kering yang diselundupkan dalam satu set sofa sebanyak 6 koli. Penyelundupan sabu dalam sofa itu diketahui dikirim dari Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (9/5/2020).

Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan polisi terkait paket sofa yang dikirim lewat jasa ekspedisi. Dari situ, polisi melakukan pelacakan terhadap penerima dan pengirim sofa. Hasilnya, petugas mendapati alamat pengirim yang tercantum dalam paket merupakan alamat fiktif.

"Kami sudah lakukan pengecekan dan kami sudah koordinasi dengan Polda Aceh ya. Jadi pengirim juga rupanya fiktif, alamatnya fiktif juga. Kita koordinasi juga dengan Polda Aceh bahwa di sana alamat yang dicatat itu hanya fiktif. Ya ini modus-modus seperti inilah yang mereka lakukan," jelasnya.

Nana menyebut penyelundupan ganja ini memanfaatkan situasai ditengah pandemi COVID-19. Para pengedar memperkirakan jika polisi tengah berfokus pada penanganan COVID-19.

"Dan ini pun mereka manfaatkan waktu saat pandemi COVID 19. Jadi mereka memperkirakan polisi dan petugas yang lain sedang fokus dalam hal penanganan COVID dan kemudian mereka memanfaatkan kondisi ini," jelasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA