Thursday, 21 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

Lagi-lagi Geruduk RS Dadi, Upaya Warga Bawa Pulang Jenazah COVID-19 Digagalkan Petugas

Aisyah Isyana - 11/06/2020 04:44

Beirtacenter.COM - Lagi, sejumlah warga dilaporkan kembali menggeruduk rumah sakit Dadi, Makassar, Sulawesi Selatan, untuk membawa pulang jenazah positif COVID-19. Beruntung, aksi warga itu dapat digagalkan petugas.

"Iya, jenazah tadi mau diambil," ujar Direktur RS Dadi Makassar dr Arman Bausat saat dimintai konfirmasi, seperti dilansir detik Rabu (10/6/2020).

Baca juiga :

Sebelumnya, terdapat pasien positif Corona yang dilaporkan meninggal di RS Dadi, Makassar, sekira pukul 18.00 WITA. Tak beberapa, sejumlah massa menggeruduk RS Dadi dengan maksud untuk membawa pulang jenazah keluarga mereka. Perdebatan antara warga dan pihak rumah sakit pun sempat berlangsung alot.

"Meninggal, cuma itu Satgasnya belum datang, sudah banyak keluarga, jadi alot, kita sempat juga edukasi ke masyarakat, bahwa ini sudah 4 kali swab test dan positif," kata Arman.

Arman menegaskan jika pihaknya telah menginformasikan ke pihak keluarga, jika jenazah yang mereka hendak bawa pulang paksa itu merupakan pasien positif Corona. Pasalnya, pasien itu telah menjalani 4 kali test swab di RS Stella Maris dan dinyatakan positif Corona.

"Di Stella Maris 4 kali swab, 4 kali juga positif. Maka dirujuklah ke RS Dadi pada 31 Mei. Kita sudah perlihatkan buktinya ke keluarga, maka ini harus prosedur COVID," terang Arman.

Arman mengaku sangat bersyukur petugas pengamanan gabungan telah bersiaga di RS Dadi, sehingga upaya membawa pulang paksa jenazah COVID-19 dapat segera dicegah.

"Cuma alhamdulillah kan kita sudah punya pengamanan di sini, sudah ada dari Polri, TNI, Satpol, sehingga walaupun keluarga semua datang kami ada pengamanan, seandainya tidak pasti jenazahnya diambil," katanya.

Alhasil, jenazah yang telah dilakukan pemulasaraan itu langsung dibawa ke makam khusus korban COVID-19 di Kompleks Pemakaman Macanda, Gowa.

"Jenazah sudah dibawa ke Macanda jadi upaya keluarga gagal. Mereka masih ada di RS jadi kita edukasi lagi," pungkas Arman.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA