Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
Opini

ALASAN OPOSISI GENCAR HEMBUSKAN ISU ANTI CHINA & SERANGAN BALIK JOKOWI

Indah Pratiwi Budi - 10/06/2020 14:20

Mulai dari Jokowi menjadi presiden, isu China dan komunis selalu dihembuskan. Akhir2 ini isu tersebut semakin masif karena Cendana dan anteknya ikut membangkitkan memori PKI. Mereka menuduh pemerintah pro komunis. Bahkan kemarin saat hari lahir Soeharto mereka menyebut kalau dia adalah satu2nya presiden yg berani memutus hubungan dg China.

Isu China dan komunis tersebut tak lepas dg kran uang mereka. Selama ini mereka terkait dg mafia migas dan tergantung dg minyak. Sayangnya pemerintah Jokowi yg anti kapitalis malah menyiapkan saingan minyak. Dengan menggandeng China sebagai guru, Jokowi hendak membawa Indonesia sebagai negara maju dan menghempaskan dominasi minyak.

Dahulu orang berkata siapa yg menguasai minyak itulah yg menguasai dunia. Makanya USA dan dollar menjadi mata uang dominan. Tapi saat ini dunia berubah. Sejak kesepakatan iklim Paris 2015, pengurangan bahan bakar minyak terjadi di mana2. Dunia sedang melirik teknologi Lithium.

Masa kejayaan minyak digerogoti oleh energi terbarukan dan lebih bersih. Nikel yg diolah menjadi batherai lithium adalah senjata untuk melawan dominasi minyak. Baterai ini akan menjadi bahan baku mobil listrik yg sebentar lagi diaplikasikan negara2 di dunia.

Raksasa industri seperti Mercedes, VW dan Tesla berada di belakang China dalam pengembangan teknologi ini. Di bawah Jokowi, Indonesia sekarang berada di jalur yg benar. Inilah serangan balik mematikan dari Jokowi kepada oposisi dan para mafia migas di belakangnya.

Saat ini masa depan cerah telah menanti Indonesia si bawah Jokowi. Dg kepemilikan cadangan nikel terbesar di dunia, artinya Indonesia berpeluang mengembangkan menjadi lithium dan baterai.

Makanya Jokowi tak segan mengeluarkan kebijakan larangan ekspor nikel setelah Uni Eropa memboikot produk sawit kita. Jokowi dg percaya diri mengatakan akan mengolah keduanya dalam negeri. Uni Eropa kaget karena Indonesia mampu mengolah B 30 dg campuran minyak sawit yg siap dipasarkan.

Untuk nikel sendiri, di Marowali Utara tersedia bahan baku terhampar luas.

Dilansir dari tambang.com, pemerintah telah meresmikan peletakan batu pertama pendirian proyek PT QMB New Energy Materials. Perusahaan kerjasama antara Indonesia, China, dan Jepang ini, disebut sebagai proyek yg akan memproduksi bahan baku baterai lithium.

Sebelumnya, PT QMB New Energy Materials diresmikan pada Jumat (11/1) lalu. Berdiri di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Ada tiga investor yang terlibat, di antaranya GEM Co.,Ltd., Brunp Recycling Technology Co.,Ltd., Tsingshan, PT IMIP dan Hanwa.

Wakil Ketua Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Risono mengatakan, di luar negeri, proyek itu disebut nickel chemical atau pengolahan kimia nikel.

“Jiika nanti setelah beroperasi, pabrik tersebut menghasilkan 50.000 MT MHP. Kandungan Nikel dan Kobaltnya masing-masing sekitar 20.000 MT dan 2.500 MT,” pungkas Risono.

"Dari terminiologi bisnis dan teknologi, sebenarnya yg tepat adalah nickel chemical atau lebih tepatnya Mixed Hydroxide Precipitate (disingkat) MHP,” kata Risono kepada tambang.co.id, Senin (15/1) petang.

MHP merupakan campuran nikel dan kobalt dalam senyawa hidoksida, yg masih bercampur. Kandungannya sekitar 40 persen Ni dan 5 persen Co.

Lebih lanjut, precursor itu masih membutuhkan pengolahan berikutnya, menjadi material baterai lithium pada Battery Material Plant dengan menambahkan LiOH untuk NCA atau Li2CO3 untuk NCM. Hasil akhirnya adalah Li-NCA atau Li-NCA. Lithium ditambahkan dengan proporsi antara 9-11 persen.

“Inilah yg disebut Battery Material sebagai cikal bakal kutub positif baterai atau cathode active material,” paparnya.

Nanti masih ada beberapa proses panjang hingga jadi baterai lithium untuk kebutuhan mobil listrik di masa yg akan datang.

Makanya saat ini Indonesia masuk menjadi salah satu 3 negara utama dari G 20. Sekarang terlihat jelas siapa yg ingin Indonesia maju dan yg ingin negara kita tetap terbelakang dg mengusung tema komunis. Saat kejayaan di depan mata, mereka ingin rakyat disibukkan dg isu PKI, komunis dan anti China untuk memuluskan bisnis minyak kita.

Tapi Tuhan tak tidur, Dia yg menakdirkan Indonesia menjadi negara maju maka tak akan ada satupun yg bisa menghalangi. Lewat tangan besi seorang Jokowi dan watak keras kepalanya, impian Indonesia sebagai negara maju ada di depan mata.

https://s.id/juoug
#NihaAlif
#DejaVu




Berita Lainnya

Mengejek Adzan

03/12/2020 14:04 - Indah Pratiwi

KITA MEMBIAYAI PARA TERORIS

03/12/2020 10:40 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA