Tuesday, 29 Sep 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Bangkrut dan Nganggur 2 Bulan, Bos Pemborong Proyek Nekat Edarkan Sabu di Cianjur

Aisyah Isyana - 07/06/2020 11:40

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Cianjur meringkus bandar narkoba jenis sabu berinisial RP (47), yang belakangan diketahui sebagai pemborong proyek perumahan di Cianjur, Jabar. RP nekat menjadi pengedar sabu, setelah usahanya bangkrut terimbas pandemi COVID-19.

Kepada polisi, pemborong yang sudah 8 tahun bekerja sama dengan pengembang proyek perumahan di Cianjur itu mengaku beralih menjadi bandar sabu sejak sebulan terakhir. Dia nekat beralih menjadi pegedar sabu, setelah bangkrut dan menganggur selama 2 bulan.

Baca juga :

Pasca usahanya bangkrut, RP mendapat tawaran untuk jadi pengendar sabu. Mengingat kondisi ekonomi yang tengah jatuh imbas pandemi Corona, RP pun akhirnya tergiur iming-iming keuntungan besar jika jadi pengedar sabu.

"Kondisi lagi susah, penghasilan tidak ada. Jadi begitu ditawarkan teman buat jualan sabu ya terima saja. Dari bulan lalu mulai jualan sabu-sabu," ungkap RP di Mapolres Cianjur, Minggu (7/6/2020).

RP mengaku mendapat sabu dari rekannya yang berada di Jakarta. Sabu yang didapatnya, kemudian diedarkan lagi di wilayah Cianjur. RP mendapat keuntungan sebesar Rp500 ribu dari setiap satu gram sabu yang berhasil dijualnya. Saat ditangkap polisi, RP tak dapat lagi mengelek lantaran kedapatan menyimpan sabu seberat 45,27 gram.

"Biasanya jual per tiga gram, untungnya Rp 1,5 juta. Kalau satu gramnya dapat Rp 500 ribu," paparnya.

Keuntungan dari penjualan sabu, diakui RP digunakannya untuk keperluan keluarga sehari-hari. RP merupakan salah satu dari 10 bandar narkoba yang berhasil diringkus jajaran Polres Cianjur dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Jika dibanding pelaku lainnya, RP merupakan bandar yeng memiliki barang bukti terbanyak, yakni 45,27 gram sabu. "Total barang bukti, 102,75 gram sabu dan 30,46 grab ganja. Untuk sabu yang paling banyak pelaku berinisial RP dengan barang bukti 45,27 gram," beber Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto .

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan terhadap RP yang diduga mendapat stok barang dari bandar lain yang juga mengatur peredaran dari dalam Lapas di Jakarta. RP berikut 9 pelaku lainnya dijerat pasal 114 junto pasal 112 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal sumur hidup," ujar dia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA