Saturday, 11 Jul 2020
Temukan Kami di :
News

Pemkab Sragen Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Intimidasi Petugas Medis Corona

Baharuddin Kamal - 01/06/2020 21:37 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen meminta polisi agar mengusut tuntas kasus intimidasi terhadap salah seorang tenaga medis virus corona (Covid-19) di Puskesmas Kedawung.

"Terkait intimidasi terhadap tenaga kesehatan, kami di kabupaten sudah memberikan pendampingan. Kemarin sudah kami minta untuk lapor ke kepolisian dan sudah dilaporkan didampingi camat," ujar Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ditemui wartawan di balai Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Senin (1/6/2020).

Yuni mengatakan, kasus tersebut harus diselesaikan secara bersamaan dengan pihak yang terkait. Karena, kasus intimidasi ini akan terungkap dengan penyelidikan kepolisian.

"Kita tidak bisa menyelesaikan sendiri karena kita tidak bisa mengetahui secara pasti, di situ kan disebut koordinator (menyebut salah satu klaster). Bisa saja bukan, bisa saja orang lain. Nah, ini harus detail sehingga kami minta kemarin untuk lapor ke kepolisian, tinggal kita tunggu hasilnya," terangnya.

Yuni memastikan, saat ini situasi mulai kondusif atau lebih tepatnya sudah tidak ada lagi intimidasi lanjutan kepada petugas medis perempuan tersebut. Namun begitu, Yuni tetap meminta aparat kepolisian untuk menuntaskan pengungkapan kasus ini.

"Kita serius. Kalau kita sendiri yang ngawekani (menangani) kan nggak mungkin, sehingga kita serahkan pada APH untuk menyelidiki, harus sampai tuntas," tegasnya.

Menurut Yuni, masyarakat terdiri atas berbagai kelompok berbeda, yang membutuhkan model pendekatan berbeda pula. Meski begitu, pihaknya memastikan para tenaga medis menjalankan tugasnya dalam menangani COVID-19 sesuai prosedur.

"Masyarakat kan terdiri dari berbagai kelompok. Ada yang bisa dipahamkan dengan mudah, ada yang butuh agak dipaksa. Nah, (pelaku) ini mungkin kategori orang-orang yang merasa terintimidasi, padahal sebenarnya (niat) kita membantu. Tidak ada indikasi apa-apa, tidak ada diskriminasi," papar Yuni.

Sebelumnya diketahui, S (50), seorang petugas medis perempuan di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mendapatkan intimidasi saat melakukan pelayanan terhadap salah satu pasien terkonfirmasi virus Corona (COVID-19) di wilayah tersebut. Pelaku melakukan intimidasi dengan kata-kata bernada ancaman yang dikirim melalui pesan singkat WhatsApp (WA) kepada petugas medis tersebut.




Berita Lainnya

Karwayan RS Ditemukan Tewas Tergantung di Surabaya

10/07/2020 23:08 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA