Sunday, 01 Nov 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Masyarakat Diimbau Tak Gelar Takbir Keliling, Polisi: Sudah Disosialisasi, Kita Pantau!

Aisyah Isyana - 22/05/2020 10:28

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya telah melakukan sosialisasi dini terkait larangan takbir keliling di masyarakat jelang peryaan Hari Raya Lebaran. Antisipasi dini mencegah masyarakat menggelar takbir keliling itu, dilakukan polisi sebagai bentuk penerapan aturan PSBB guna mencegah penyebaran Corona (Covid-19).

"Untuk takbir keliling sebenarnya sudah kita sampaikan semuanya, sudah kita sosialisasikan kepada masyarakat memang saat PSBB itu dilarang juga takbir keliling," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Kamis (21/5/2020).

Baca juga : Sadis! Pasangan Cinta Sejenis Cekik dan Pukuli Teman Kencan Pakai Shock Breaker

Yusri berharap, upaya petugas melakukan sosialisasi itu dapat membuat masyarakat lebih mengerti soal kondisi saat ini. Tak hanya melakukan sosialisasi, polisi juga akan melakukan pemantauan terhadap situasi saat malam takbir nanti.

"Kita akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah dengan gugus tugas akan memantau semuanya. Sosialisasi masih berjalan terus sampai dengan saat ini belum ada yang hendak melaksanakan takbir keliling," katanya.

Untuk diketahui, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi sebelumnya menyarankan masyarakat untuk tidak melaksanakan takbir keliling selama pandemi Corona. Meski tak menggelar takbir keliling, dia meminta agar gema takbir tetap digaungkan melalui pengeras suara di masjid.

"Biasanya kita lakukan takbir keliling supaya tidak usah. Saya sarankan supaya takbir di rumah saja," kata Fachrul melalui siaran langsung di YouTube BNPB, Kamis (21/5/2020).

"Tapi saya berharap juga masjid-masjid, musala-musala bisa menggaungkan takbir ini melalui loud speaker-nya sehingga betul-betul kegembiraan menyambut hari raya Idul Fitri itu tidak hilang," sambungnya.

Fachrul berharap, kondisi Corona saat ini tak menjadi penghalang bagi umat Muslim untuk merayakan Lebaran, meski dalam kondisi terbatas. "COVID-19 ini tidak boleh mengurangi kegembiraan kita dalam menyambut hari kemenangan," ujar Fachrul.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA