Sunday, 01 Nov 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Sadis! Pasangan Cinta Sejenis Cekik dan Pukuli Teman Kencan Pakai Shock Breaker

Aisyah Isyana - 22/05/2020 09:25

FOKUS : Pembunuhan

Beritacenter.COM - Polisi meringkus dua pemuda berinsial MU (16) dan AL (20) warga Bengkulu Tengah, lantaran melakukan pembunuhan sadis terhadap teman kencannya. Kedua pelaku harus berurusan dengan polisi setelah menghabisi WN (22), lantaran sakit hati karena tak dibayar setelah melaukan hubungan sesama jenis.

Korban yang merupakan mahasiswa di salah satu kampus swasta di Kota Bengkulu, dibunuh dengan sadis oleh kedua pelaku. Setelah dibunuh, kedua pelaku membuang mayat korban ke sungai. Polisi menyebut pembunuhan ini telah direncanakan oleh kedua pelaku.

Baca juga : Warga Bantargebang Digegerkan Temuan Mayat Tergeletak di Bawah Bangku

"Pembunuhan ini telah mereka rencanakan, pelaku mengaku sakit hati karena tidak dibayar usai melakukan hubungan, usai dibunuh korban dibuang ke dalam aliran sungai PLTA," ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Rahmat, Kamis (21/5/2020).

Rahmat menjelaskan, kedua pelaku membunuh korban dengan sadis, yakni dicekik lehernya dengan ikat pinggang oleh tersangka MU, sementara tersangka Al memukuli korban dengan besi shock breaker hingga korban tewas.

"Ketiganya homoseksual. Satu tersangka menjerat dengan ikat pinggang dan satu lagi memukul dengan besi shock motor," ujar Rahmat.

Aksi pembunuhan sadis itu dilakukan kedua pelaku di pondok sebuah kebun dekat bendungan PLTA Musi di Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Bengkulu Tengah, Rabu (20/5). Polisi berhasil mengungkap kasus ini setelah mendapat laporan dari teman korban. Setelah mendapat keterangan teman korban, polisi langsung melakukan pencarian dan berhasil membekuk kedua pelaku di tempat persembunyiannya.

Saat kejadian terjadi, WN awalnya mengantar temannya pulang ke Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Bengkulu Tengah. Namun, kedua tersangka tiba-tiba datang dan mengajak korban pergi ke bendungan tempat mereka biasa bermain.

"Di rumah teman korban ini kedua tersangka mengajak korban ke bendungan desa Susup, setelah itu mereka bertiga pergi," ujar Rahmat.

Kedua pelaku dan korban bertolak menuju lokasi dengan mengendarai motor korban, sekira pukul 20.30 WIB. Sementara itu, teman korban khawatir dengan korban yang tak kunjung kembali, setelah mendapat laporan ada dugaan pembunuhan di dekat bendungan.

Lantaran curiga dengan korban yang tak kunjung kembali, teman korban langsung mengecek ke bendungan PLTA Musi Desa Susup. Disana, dia mendapati ada bercak darah di pondok dan menemukan motor korban di bawah pondok. Sementara korban dan pelaku tak ditemukan di dimana pun.

"Dari keterangan teman korban inilah kami memburu dan menangkap kedua pelaku, yang saat ditangkap sedang bersembunyi," ujar Rahmat.

Pihak kepolisian hingga Kamis (21/5) malam masi melakukan pencarian terhadap jasad korban yang dibuang pelaku ke sungai. Pencarian mendapat kendala lantaran aliran sungai PLTA Musi cukup dalam dan deras.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA