Saturday, 30 May 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

Para Ilmuwan Ragukan Vaksin Corona, Ini Alasannya...

Indah Pratiwi - 20/05/2020 12:13

Beritacenter.COM - Para ilmuwan ragu penelitian vaksin virus Corona (Covid-19) yang diteliti University of Oxford, Inggris, yang mengstakan hasil uji coba vaksin pada monyet hanya menawarkan perlindungan parsial saja.

Ada dana 65,5 juta pound sterling untuk penelitian lanjutan agar mendapat lisensi global dengan farmasi AstraZeneca. Apabila Vaksin itu ditemukan, itu akan siap hingga 30 juta dosis diproduksi pada September 2020.

Saat ini uji coba vaksin terhadap manusia bernama ChAdOx1 nCoV-19 sudah berlangsung. Namun, hasilnya diumumkan publik pada pekan lalu dalam cetakan pra-peer-review.

Para peneliti sendiri mengakui, satu dosis vaksin dapat mencegah enam monyet yang divaksinasi terserang radang paru-paru.

Namun, para peneliti tidak menjamin pada manusia jik orang yang divaksinasi mungkin masih dapat menularkan Covid-19.

Seorang ahli virologi molekuler dari University of Nottingham Profesor Jonathan Ball mengatakan, hasilnya memang "menggembirakan" tetapi juga "mengkhawatirkan" lantaran jumlah genom virus yang sama terdeteksi dalam hidung monyet yang divaksinasi dan tidak divaksinasi.

"Jika ini merupakan virus menular dan hal serupa terjadi pada manusia, maka orang yang divaksinasi masih dapat terinfeksi, menularkan sejumlah besar virus yang berpotensi menyebar ke orang lain di masyarakat," ucap Jonathan Ball, seperti dikutip dari Independent, Rabu (20/5/2020).

Selain itu, Profesor Imunologi dan Penyakit Menular di Universitas Edinburgh, Eleanor Riley, berpendapat yang sama, tingkat virus yang ada pada di hidung monyet itu "mengkhawatirkan".

"Jika hasil serupa diperoleh pada manusia, vaksin kemungkinan akan memberikan perlindungan parsial terhadap penyakit pada penerima vaksin tetapi tidak akan mungkin mengurangi penularan di masyarakat luas," jelas Riley.

 

 



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA