Wednesday, 08 Jul 2020
Temukan Kami di :
Travel

Batik Air Jakarta-Denpasar Bakal Dibekukan Karena Langgar Aturan

Anas Baidowi - 20/05/2020 06:28

Beritacenter.COM - Maskapai penerbangan Batik Air melanggar Peraturan Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 18 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Salah satunya terkait pembatasan penumpang.

Hasil investiasi dari Inspektur Penerbangan Ditjen Hubud, bahwa Batik Air dengan rute Jakarta-Denpasar ID 6506 melanggar ketentuan mengangkut penumpang melebihi kapasitas dalam aturan tersebut.

Operator angkutan udara mengatakan, Batik Air melakukan pelanggaran berdasarkan ketentuan yang tertera pada pasal 14 poin b mengenai pembatasan jumlah penumpang paling banyak 50 persen dari jumlah kapasitas tempat duduk dengan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).

"Kepada operator angkutan udara yang terbukti melanggar, kami memberikan sanksi berupa pembekuan izin di rute-rute penerbangan yang melanggar tersebut," ujar Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati dalam keterangannya, ditulis Rabu (20/5/2020).

Dijelaskannya, selain maskapai penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara juga memberikan sanksi kepada operator bandar udara.

Berdasarkan PM 18 tahun 2020, operator prasarana transportasi wajib menjamin penerapan protokol kesehatan berupa sterilisasi rutin melalui penyemprotan disinfektan dan jaga jarak fisik (physical distancing).

"Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa terdapat pelanggaran terhadap penerapan physical distancing oleh operator bandar udara, sehingga kami memberikan surat peringatan agar hal seperti ini dapat diantisipasi dengan baik dan tidak kembali terulang," jelas Adita.

Adita menegaskan bahwa Kemenhub akan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan transportasi udara.

"Kami harap seluruh stakeholder penerbangan nasional dapat mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku, terlebih lagi kita tengah menghadapi wabah yang terus memakan korban jiwa. Kami tegaskan, tidak ada toleransi sedikit pun terhadap sekecil apa pun pelanggaran yang dilakukan terhadap peraturan dan regulasi penerbangan nasional," tutup Adita.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA