Saturday, 30 May 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Jual Narkoba, Tiga Mantan Pemain Sepak Bola Nasional Diringkus BNN

Dewi Sari - 18/05/2020 15:26

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menangkap mantan tiga pemain sepak bola nasional karena diduga menjual narkoba jenis sabu. Ketiga pelaku ditangkap di sebuah hotel kawasan Sedati, Sidoarjo pada Minggu (17/5/2020) pukul 12.50 WIB.

Ketiga pemain sepak bola itu bernama Eko Susan Indarto mantan pemain Persela Lamongan, mantan kiper PSMS Medan Choirun Nasirin dan mantan Ketua Askot Jakata Utara Dedi A Manik. Satu orang pelaku yang berhasil diamankan adalah seorang sopir, Novin Ardian.

Menurut Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambadha mengatakan kasus ini terungkap berdasarkan hasil informasi dari masyarakat bahwa sering ada transaksi narkoba di wilayah Buduran, Sidoarjo. Polisi langsung bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan.

“Dari hasil pendalaman, diduga terjadi transaksi narkotika jenis methapethamin yang dilakukan pelaku Nasirin,” katanya di Kantor BNNP Jatim Jalan Sukomanunggal, Senin (18/5/2020).

Pelaku Nasirin, lanjut dia, sering bertransaksi di daerah Sidoarjo dan sekitarnya. Pada Minggu (17/5/2020) pukul 12.20 WIB, petugas BNNP Jatim mengintai Nasirin yang menuju hotel di kawasan Sedati, Sidoarjo. Dia ternyata menemui seseorang yang datang menggunakan mobil MPV bernomor polisi H 9314 AW. Tak lama berselang datang seseorang yang kemudian bergabung dalam kamar 130.

“Kami kemudian mengamankan tersangka serta barang bukti. Lalu menginterogasi dan menggeledah kamar hotel. Dari hasil profiling terhadap Nasirin, narkotika diperoleh dari Dedi Manik," ungkap Bambang.

Polisi mengamankan barang bukti jenis methapetamine sebanyak 5.000 gram. Hasil interogasi dan jejak digital para tersangka terungkap fakta adanya clandestine laboratory di wilayah Mijen, Semarang. Selanjutnya para tersangka dibawa menuju Mijen.

Ditempat terpisah, Kabid Pemberantasan BNNP Jatim Kombes Pol Arief Darmawan mengatakan para mantan pemain sepak bola itu terpaksa menjual belikan barang haram tersebut karena kebutuhan ekonomi.

“Ya karena tidak ada penghasilan karena tidak ada kompetisi (akhirnya berjualan sabu),” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 129 huruf a dan huruf d juncto pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.




Berita Lainnya

Suami Ini Tebas Leher Istrinya Setelah Lebaran

29/05/2020 13:13 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA