Thursday, 13 Aug 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Mufti Arab Saudi Imbau Umat Islam Shalat Idul Fitri di Rumah

Anas Baidowi - 18/05/2020 11:22

Beritacenter.COM - GRAND Mufti Arab Saudi sekaligus Kepala Dewan Cendekiawan Senior dan Departemen Riset Ilmiah dan Ifta, Sehikh Abdul Aziz Al-Asheikh memperbolehkan melakukan shalat Idul Fitrih di rumah dalam dalam kondisi pandemi corona saat ini.

Menurutnya, Idul Fitrih dilaksanakan dua rokaat dengan melafalkan lebih banyak takbir dan tanpa pembacaan khotbah.

Diinformasikan Saudi Gazette, Senin (18/5), Sheikh Abdul Aziz juga mengatakan bahwa zakat fitrah bisa didistribusikan oleh masyarakat mampu dengan ketentuan harus didistribusikan sebelum hari Idul Fitri.

Dia juga meminta agar para orangtua untuk membahagiakan anak-anak dan keluarga mereka dengan membelanjakan harta lebih banyak untuk mereka yang berhak menerimanya.

Anggota Dewan Ulama Senior dan Komite Tetap Fatwa, Sheikh Abdul Salam Abdullah Al-Sulaiman mengatakan bahwa sholat Idul Fitrih bisa dilakukan secara individu atau berjemaah. Yaitu dimulai dengan 7 kali takbir pada rakaat pertama sebelum membaca Al-Fatihah dengan keras dan kemudian membaca Surat Al-Qaf.

Kemudian, pada rakaat kedua, membaca lima kali takbir seelum mulai membaca Surat Al-Fatihah. Kemudian disarankan membaca surat AL-Qamar, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiah di rakaat pertama dan kedua juga diperbolehkan.

Shekh Al-Sulaiman juga mengutip contoh Sayyidina Anas bin Malik, seorang sahabat Nabi SAW. Ketika Sayyidina Anas berada di rumahnya di Zawiya, dekat Basrah, Irak dia tidak menemukan sholat Idul Fitri berjamaah, hingga akhirnya dia melakukan shalat bersama anggota keluarga dan pembantunya bernama Abdullah bin Abi Otba.

Adapun pelaksanaan sholat Idul Fitri lanjut Sheikh Al-Sulaiman, dimulai setelah matahari terbit dan waktu terbaik adalah setelah matahari terbit dengan ketinggian satu atau dua tombak sebagaimana disepakati sebagian besar ulama.

"Ini berarti 15 atau 30 menit setelah matahari terbit dan waktunya berlanjut sampai akhir waktu sholat dhuha. Itu sebelum sholat Zuhur dimulai," kata Sheikh Al-Sulaiman.

Lebih lanjut dia menegaskan, sholat dilarang pada saat matahari terbit, dan mayoritas ahli hukum, termasuk imam Syafi'i, Maliki, dan Hambali sepakat sehingga memilih untuk melakukan sholat hanya setelah matahari terbit setinggi satu atau dua tombak di langit.

Mengenai pembacaan takbir pada hari raya Idul Fitri, Sheikh Al-Sulaiman menyatakan bahwa itu harus dimulai pada malam Idul Fitri dan berlanjut hingga awal pelaksanaan sholat Idul Fitri.




Berita Lainnya

Demo Ricuh, Satu Polisi Tewas

09/08/2020 06:32 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA