Friday, 07 Aug 2020
Temukan Kami di :
Peristiwa

Ini Keterangan Warga Ponorogo Terkait Ledakan Petasan yang Tewaskan 1 Orang dan 8 Terluka

Baharuddin Kamal - 15/05/2020 20:16 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Menjaga tradisi yang sudah ada sejak dulu kala dengan membuat petasan balon udara untuk merayakan Idul Fitri justru malah membuat petaka warga di Kabupaten Ponorogo. Ledakan petasan raksasa itu membuat satu orang tewas dan 8 warga di Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, terluka.

Dari keterangan warga setempat, insiden ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Rumahnya yang berjarak sekitar 300 meter dari TKP mendengar suara dentuman keras. Karena panik, dia pun mencari sumber ledakan.

"Pas dicari katanya di sini lokasinya, sudah banyak warga yang ke sini. Langsung beberapa korban dibawa ke rumah sakit," kata warga setempat, Wugu saat dimintai keterangan, Jumat (15/5/2020).

Saat itu, korban sedang mencoba meledakan petasan, namun petasan tidak dapat meledak. Korban yang penasaran kemudian mencongkel bubuk petasan yang sudah dipadatkan ke dalam kaleng cat semprot.

"Katanya awal dicoba enggak meledak, terus sama salah satu korban dicoba pakai obeng langsung meledak," terang Wugu.

Polres Ponorogo turun ke lokasi melakukan olah TKP di rumah Lamidi. "Ini kami selesai melakukan olah TKP di lokasi. Ada beberapa fakta yang kami temukan di lokasi," ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto

Kejadian ini bermula saat Tomi Saputra (16), Fahlul Koiri (22) dan Pono (27) membunyikan petasan di samping rumah namun tidak berbunyi. Petasan tersebut ada di wadah kaleng bekas cat semprot.

"Karena tidak berbunyi ketiga orang itu lalu membawa petasan ke teras rumah Lamidi. Mereka mencoba memperbaiki petasan," katanya.

Dari situ, lima orang yang diketahui bernama Faiz, Exel, Afif, Riki dan Galih berada di sekitar ketiga korban. Sedangkan tuan rumah, Lamidi melihat dari dalam rumah.

Dia menyebut ketiganya memperbaiki dengan cara ditekan dengan alat gegep (obeng). "Karena itu terjadi ledakan," katanya.

Akibat ledakan itu, satu orang meninggal dunia atas nama Tomi Saputra (16). Kemudian Fahlul Koiri (22), Pono (27) dan Lamidi (45) mengalami luka berat.

Sedangkan Faiz (10), Exel (12), Afif (12), Riki (20) dan Galih (12) mengalami luka ringan. Mereka yang luka berat dan luka ringan dibawa ke rumah sakit umum di Ponorogo.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA