Thursday, 13 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Bareskrim Kantongi 4 Alat Bukti, Kasus Dugaan TPPO ABK WNI Kapal Long Xing Naik ke Penyidikan

Aisyah Isyana - 15/05/2020 19:55

FOKUS : Bareskrim

Beritacenter.COM - Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) anak buah kapal (ABK) Long Xing 629, naik status dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Bareskrim sedikitnya telah mengantongi 4 alat bukti terkait kasus tersebut.

"Sudah naik sidik setelah kami melakukan gelar perkara pada 12 Mei kemarin. Bareskrim Polri saat ini melakukan penyidikan TPPO 14 ABK kapal Long Xing," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo, Jumat (15/5/2020).

Baca juga : Dalami Keterangan 14 ABK, Bareskrim Temukan Indikasi Eksploitasi di Kapal Long Xing 629

Adapun empat alat bukti itu didapat penyedik setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap 14 ABK Long Xing 629 yang tiba di Indonesia. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa para ABK hingga penrusahaan penyalur belasan ABK tersebut.

"Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap pihak Imigrasi yang menerbitkan paspor, Syahbandar yang mengeluarkan seaman book, 14 ABK WNI dan perusahaan-perusahaan, ditemukan 4 alat bukti terkait unsur TPPO," jelas Ferdy.

Selain itu, penyidik juga telah menyita sejumlah dokumen terkait keberangkatan 14 ABK tersebut. "Bareskrim juga sudah melakukan penyitaan terhadap dokumen-dokumen terkait tindak pidana tersebut," imbuh dia.

Untuk diketahui, Bareskrim sebelumnya telah memeriksa pihak Imigrasi dan PT APJ, selaku perusahaan penyalur 14 ABK. Adapun pihak Imigrasi yang diperiksa itu berasal dari kantor Imigrasi Tanjung Priok dan Pemalang.

Pemeriksaan terhadap pihak Imigrasi dilakukan terkait paspos yang digunakan ABK untuk bekerja di Kapal Long Xing. Dari 14 paspor ABK yang saat ini telah dipulangkan ke tanah air, 4 diantaranya diterbitkan di Kantor Imigrasi Tanjung Priok, sementara 10 lainnya diterbitkan Kantor Imigrasi Pemalang.

Mencuatnya kasus ini bermula saat kapal penangkap ikan dari China, Long Xing 629 diketahui membuang jenazah tiga ABK WNI ke laut lepas. Kapal penangkap ikan asal China ini diduga telah mengeksploitasi para pekerjanya, terutama ABK WNI.

Sebelumnya, ada sebanyak 15 ABK WNI yang berhasil selamat saat mencapai Busan, Korsel. Dari 15 ABK itu, satu diantarannya meninggal dunia. Alhasil, 14 ABK WNI dipulangkan ke tanah air oleh pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA