Friday, 07 Aug 2020
Temukan Kami di :
Peristiwa

Gelar Olah TKP, Ini Kata Polisi soal Meledaknya Petasan Tewaskan Warga di Ponorogo

Aisyah Isyana - 15/05/2020 19:17

Beritacenter.COM - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi meledak-nya petasan untuk balon udara di Ponorogo. Dimana ledakan petasan itu telah menewaskan satu orang korban dan delapan orang lainnya terluka.

"Kami lakukan olah TKP, ini pembuatan mercon di rumah salah satu korban," tutur Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto kepada wartawan, Jumat (15/5/2020).

Baca juga : Berhasil Bongkar Jual Beli Surat Bebas Covid - 19, DPR : Saya Apresiasi Kinerja Polri Cepat Tanggap

Polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi, yakni berupa kaleng cat semprot sebagai media bubuk petasan yang meledak, serbuk petasan, selongsong petasan sebanyak dua dus, balon udara, dan sebuah obeng.

"Dugaan awal serbuk petasan yang ditaruh di kaleng cat semprot coba diledakkan, karena tidak berhasil oleh korban ditekan dengan obeng. Karena tekanan itu akhirnya meledak dan mengenai sembilan korban, bahkan yang pegang obeng meninggal karena paling dekat," jelasnya.

Arief menyebut media ity merupakan media baru untuk pembuatan petasan. Ledakan itu telah melukai sembilan korban, yakni satu orang meninggal, tiga orang luka berat, dan lima orang luka ringan. Ke sembilan korban itu diketahui memiliki hubungan saudara.

"Korban yang meninggal dunia ini keponakan dari pemilik rumah," jelas Arief.

Polisi telah memeriksa sembilan orang saksi untuk dimintai keterangan terkait ledakan tersebut. Pasca kejadian itu, Arief meminta warga untuk tidak membuat balon udara, terlebih jika diisi petasan. Pasalnya, hal itu dapat membahayakan nyawa orang lain dan mengganggu lalu lintas udara.

"Tradisi seperti membuat petasan, menerbangkan balon udara ini harus dihilangkan karena membahayakan nyawa dan mengganggu lalu lintas udara," pungkas Arief.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA