Sunday, 25 Oct 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Sempat Bohong soal Gejala, Ternyata Keputusan Perawat Ini Ngotot Dites Corona Tepat!

Saya memberi tahu mereka bahwa saya berasal dari lingkungan positif COVID, tetapi saya benar-benar tanpa gejala. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak perlu dites

Aisyah Isyana - 13/05/2020 11:32

Beritacenter.COM - Hanya karena ingin mengikuti tes Corona (Covid-19), seorang perawat di Quebec, Kanada, harus memalsukan gejala yang sebenarnya tak dideritanya. Kendati begitu, ternyata hasil tes perawati itu menunjukkan jika dirinya positif terpapar Covid-19.

Dilaporkan Canadian Broadcasting Corporation, perawat bernama Kristy-Lyn Kemp itu ingin dites Corona sebelum nantinya akan dipindahkan ke panti jompo lainnya, seperti dilansir dari The Star, Rabu (13/5/2020).

Baca juga : China Kembali Terapkan Lockdown Karena Gelombang Baru Virus Corona

Sebelumnya, perawat itu diberitahu jika dirinya tak perlu di tes awal Mei ini. Namun, Kemp tetap bersikeras jika dirinya harus menjalani tes lantaran tak ingin membawa virus Corona ke panti jompo lainnya tempat dimana nanti dia akan bekerja.

"Saya memberi tahu mereka bahwa saya berasal dari lingkungan positif COVID, tetapi saya benar-benar tanpa gejala. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak perlu dites," kata Kemp.

Agar dapat dites, Kemp terus berupaya menelepon hotline provinsinya, bahkan dia berbicara dengan bahasa Prancis agar tak dikenali. Kemp juga berbohong soal gejala yang sebenarnya tak dideritanya hanya agar dapat dites Corona.

"Saya mengarang gejala. Saya bilang saya demam dan batuk. Dan saat itulah mereka membuatkan saja janji (untuk dites)," tuturnya.

Alhasil, Kemp akhrinya menjalani tes Corona pada Minggu kemarin. Langkah itu ternyata cukup tepat lantaran Kemp ternyata positif Covid-19. Kemp sendiri sangat bersyukur dia dapat mengetahui dirinya terpapar Corona, sebelum menyebarkan ke orang lainnya.

"Seandainya saya membawanya ke tempat baru, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Saya akan benar-benar hancur," ungkap Kemp.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA