Thursday, 03 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

Gelar Survei, Komnas HAM: 94,5% Masyarakat Patuhi Anjuran Ibadah Ramadhan di Rumah

Aisyah Isyana - 08/05/2020 22:55

Beritacenter.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menggelar survei kepatuhan masyarakat untuk beribadah di rumah selama Bulan Ramdhan 1441 H. Hasilnya, sebanyak 94,5 persen dari 669 responden menaati anjuran pemerintah untuk beribadah di rumah selama Ramdhan.

"(Sebanyak) 94,5 persen memilih ibadah di rumah. Ini menurut saya menarik. Jadi paling besar orang ibadah di rumah. Ini yang saya bilang kepatuhan besar ini mobilitas kita," kata Komisioner Bagian Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Choirul Anam saat Konferensi Pers Daring Komnas HAM, Jumat (8/5/2020).

Baca juga : Curhat Penanganan Covid-19, Ridwan Kamil: Jadi Gubernur Jabar Lebih Sulit dari Presiden Korsel

Adapun metode yang dilakukan guna mengumpulkan data survei yakni, dilakukan melalui Google Form sejak 29 April hingga 4 Mei 2020.

"Survei ini kami kreasikan untuk melihat dua aspek. Pertama bagaimana kita lihat penyelenggaraan ibadah. Sama menjawab kenapa kok spesifik untuk umat Islam, karena momentumnya Ramadhan. Karena ini tidak hanya soal ritual, banyak orang yang kumpul dan sebagainya. Karena konteksnya Ramadhan, kita memotretnya lebih banyak ke umat muslim," jelas Choirul.

Ada dua alasan responden memilih ibadah dari rumah selama Ramadhan guna mencegah penyebaran Corona. Selain mentaati anjuran pemerintah, mereka juga memiliki kesadaran sendiri dalam mengantisipasi penyabaran Covid-19.

"Ada beberapa catatan menarik. Pertama kepatuhan terhadap ibadah di rumah jauh lebih tinggi daripada tidak patuh. Salah satunya disadari dengan kesadaran dirinya. Orang beribadah kecenderungannya patuh terhadap kesehatan dan anjuran pemerintah," ujar dia.

Sementara 5,5 persen responden lainnya menyatakan tetap beribadah di masjid. Dalam hal ini, mereka beralasan lebih khusyuk beribadah jika dilakukan di masjid.

"Kedua ada juga yang masih ada orang melaksanakan ibadah di tempat ibadah. Pertanyaan itu kita berikan untuk lihat apakah polanya patuh di tempat ibadah atau tempat lingkungannya. Jumlahnya ada, tidak terlalu besar," ungkapnya.

"Dari angka kecil yang lakukan di tempat ibadah, ada berapa temuan. Pertama walaupun ia sadar itu kebutuhan kesehatan tapi lebih me milih karena lebih afdol dan khusyuk beribadah di sana," sambungnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA