Saturday, 24 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Curhat Penanganan Covid-19, Ridwan Kamil: Jadi Gubernur Jabar Lebih Sulit dari Presiden Korsel

Menyelamatkan nyawanya juga sama, tapi Jabar anggarannya hanya 1 persen dari duitnya Korea Selatan. Ini Gubernur Jabar lebih susah dari Presiden Korsel, duitnya cuma satu persen, yang harus diselamatkan 50 juta (penduduk)

Aisyah Isyana - 08/05/2020 19:25

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyinggung soal meningkatnya jumlah warga penerima subsidi pasca pandemi Corona (Covid-19). Pria yang karib disapa Kang Emil itu menyampaikan hal itu didepan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan rombongan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (8/5/2020).

"Sebelum COVID-19, rakyat yang disubsidi itu 25 persen, setelah COVID-19, semua ahli berteori mungkin (menjadi) 40 persen dari orang yang harus disubsidi, yaitu mereka kelompok yang pendapatannya pas-pasan, masih bisa mandiri, tidak tangan di bawah, ternyata teori itu keliru," jelas Emil memaparkan.

"Di Jabar yang meminta bantuan sosial itu 65 persen. Bapak bisa bayangkan, dua pertiga rakyat kami sekarang, di bawah. Dari 9 juta jiwa, melompat ke 38 jiwa dari 50 juta yang harus kami beri man oleh dana negara. Ini sungguh situasi yang sangat berat," sambungnya.

Baca juga : Alhamdulillah, Pasien Positif Corona yang Sempat Ngamuk di RS Samarinda Dinyatakan Sembuh

Kang Emil membuat perbandingan antara Jawa Barat dan Korea Selatan yang penduduknya kurang lebih sebanyak 50 juta penduduk. Meski memiliki jumlah penduduk yang sama, Jabar dan Kosel memiliki anggaran yang jauh berbeda.

"Menyelamatkan nyawanya juga sama, tapi Jabar anggarannya hanya 1 persen dari duitnya Korea Selatan. Ini Gubernur Jabar lebih susah dari Presiden Korsel, duitnya cuma satu persen, yang harus diselamatkan 50 juta (penduduk)," ujar Emil.

Kendati begitu, Kang Emil memastikan jika pihaknya tetap mengupayakan segala cara guna memecahkan semua masalah yang ada. "Di sinilah kami harus bereksperimen dengan cara-cara," ucapnya.

Untuk itu, Emil mendorong agar Kementerian Perdagangan RI dapat melakukan tes massal kepada sejumlah pedagang di pasar dan para pelaku bisnis.

"Kami ingin memberikan cara, ekonomi jalan tapi protokol kesehatan terjamin. Hanya itu, usulan dari Jabar meminta dukungan dari Kementerian Perdagangan untuk melakukan pengetesan massal kepada pedagang di pasar dan pelaku bisnis, sehingga mereka bisa membuka usahanya atas izin pemerintah," tutur Emil.

Baca juga : Kang Emil: Tes Masif Akan Dilakukan ke 4 Wilayah Zero Positif Corona di Jabar

Emil menyoroti hasil penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diniali sukses menekan angka penyebaran Corona. "PSBB secara ilmiah berhasil menurunkan kecepatan, Bodebek dulu kecepatan virus itu 1,27 di indeks, barang siapa di atas satu itu tidak bagus, kalau di bawah itu artinya virus terkendali. Setelah PSBB indeks kecepatan penularannya 1,07 sudah lumayan," kata Emil.

"Sekarang kita tarik lagi supaya di bawah satu, supaya bisa dikendalikan. Bandung Raya juga sama. Berita baiknya RS di Jabar perawatan pasien positif pada akhir April 420-an pasien, minggu ini 300-an pasien. Jadi kami tidak perlu seperti Jakarta mengonversi gedung-gedung di Kemayoran jadi RS darurat," ujar Emil melanjutkan.

Kang Emil juga menyampaikan soal angka kesembuhan yang meningkat hingga dua kali lipat. "Berita baik untuk dokter dan perawat, angka kesembuhan meningkat dua kali lipat, yang meninggal juga berkurang dari tujuh menjadi empat orang per hari," kata Emil.




Berita Lainnya

Hina NU, Gus Nur Ceming Saat Ditangkap Polisi

24/10/2020 15:59 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA