Wednesday, 30 Sep 2020
Temukan Kami di :
Nasional

KPK Ingatkan Pemprov Papua Segera Benahi DTKS

Anas Baidowi - 06/05/2020 09:18

Beriacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak Pemprov Papua agar segera membenahi basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). KPK berharap penyaluran bantuan sosial (bansos) virus Corona bisa tepat sasaran atau sesuai peruntukannya.

KPK menyampaikan desakan tersebut dalam rapat koordinasi yang digelar Satgas Koordinasi Pencegahan Korupsi bersama jajaran Pemprov Papua melalui virtual. KPK menekankan agar Pemprov Papua segera menata basis data DTKS.

"KPK meminta agar dalam penyaluran bansos tetap memperhatikan kaidah-kaidah aturan yang ada," kata Plt Juru Bicara KPK bidang Pencegahan, Ipi Maryati di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

KPK sengaja menegaskan, pembenahan basis data DTSK setelah mendapati adanya kendala yang dihadapi pemerintah daerah. Kendala tersebut di antaranya yakni hambatan sosial terhadap warga yang menolak pembuatan KTP karena dianggap bertentangan dengan ajaran agama.

Di sisi lain, KPK juga mengingatkan pada masa pandemi saat ini prioritas yang harus dilakukan pemda ialah memastikan bansos dapat menjangkau kepada semua masyarakat yang terdampak dan bergantung pada bantuan pemerintah.

"KPK juga mengingatkan agar mekanisme pemberian bansos dapat mengantisipasi terjadinya duplikasi bantuan ataupun penyaluran bantuan fiktif," ungkap Ipi.

Dari rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pencegahan yang dilakukan KPK pada November 2019, KPK menemukan 89 persen atau sekitar 1,5 juta data penduduk Papua penerima bansos dari total sekitar 1,69 juta penduduk tidak sesuai dengan data nomor induk kependudukan (NIK) pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Oleh karena itu, KPK berharap Pemprov Papua menjadikan penyaluran bansos terkait Covid-19 saat ini sebagai kesempatan untuk memutakhirkan DTKS. Selain itu, KPK juga mengingatkan komitmen pemprov bersama-sama pemkab dan pemkot se-Papua untuk segera menyelesaikan pembangunan sistem informasi dan database orang asli Papua (OAP).

"Dengan data terpadu ini, diharapkan peningkatan kesejahteraan OAP dari tahun ke tahun akan dapat diukur," tukasnya.




Berita Lainnya

Penolakan Terhadap KAMI Si Pembuat Gaduh

29/09/2020 17:25 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA