Saturday, 15 Aug 2020
Temukan Kami di :
Politik

Dikritik karena Pamerkan Tersangka saat Konferensi Pers, KPK : Biar Pelaku Korupsi Jera

Baharuddin Kamal - 29/04/2020 23:03 Ketua KPK Firli Bahuri.

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, tanggapi pernyataan anggota Komisi III Arsul Sani yang mengkritik kebijakan KPK karena hadirkan dua tersangka korupsi dalam konferensi pers. Menurut Firli, hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku korupsi.

"Itu hanyalah untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus pelajaran bahwa tersangkanya bisa membuat efek jera," ujar Firli Bahuri dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, Rabu (29/4/2020).

Firli mengatakan, meski tersangka dihadirkan saat konferensi pers, wajah mereka tidak ditampilkan ke depan layar melainkan membelakangi media.

"Karena pada prinsipnya pada press rilis kemarin mereka membelakangi, tidak ditampilkan mukanya," ucap Firli.

Selain itu, Firli juga tak ingin ada tersangka kasus korupsi yang bergaya saat keluar dari gedung KPK seperti para pelaku yang sebelumnya.

"Mohon maaf Pak, kita juga tidak ingin tersangka dadah-dadah, ndak ada Pak. Dulu kan ada Pak, disuruh dadah-dadah gitu kan. Nah kita ndak," tutur Firli.

Lebih jauh, dia akan menerima masukan dari anggota Komisi III Arsul Sani terkait asas praduga tidak bersalah dengan menghadirkan tersangka dalam konfrensi pers ke publik.

"Kita ingin mengubah perilaku kita dari hal yang buruk menjadi hal yang baik. Itu dasar pemikirannya. Mohon maaf kalau seandainya keliru. Tapi, sementara yang diambil KPK dengan sikap seperti itu," tutur Firli.

Sebelumnya diketahui, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani menilai bahwa kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang menghadirkan tersangka dugaan kasus korupsi dalam konferensi pers, tidak tepat.

"Dalam terkait kehadiran tersangka, itu membuat saya ada catatannya karena menimbulkan pertanyaan bukankah itu dalam tanda kutip melanggar azas praduga tidak bersalah atau presumption of innocence," kata Arsul dalam RDP Komisi III dengan KPK secara virtual, Rabu (29/4).

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA