Saturday, 26 Sep 2020
Temukan Kami di :
Politik

Anak Buah SBY "Roy Suryo" Sebar Hoax dari Media Abal-Abal untuk Serang Gibran

Indah Pratiwi Budi - 29/04/2020 13:33 Oleh: Ricky Apriansyah

Tak ada angin tak ada hujan. Portal media abal-abal bernama “Suara Nasional” dan “Media Ikhtisar” (pernah denger?) tiba-tiba menyerang Gibran Rakabuming. Dua portal ini membuat judul yang sangat tendensius yaitu “Corona Merebak, Gibran Salahkan Rakyat tak Patuhi Aturan Pemerintah.”

Berita hoax yang mengadu domba Gibran dengan masyarakat itu diunggah 26 April 2020. Saat di-crosscheck dalam badan berita, tidak ada satupun pernyataan Gibran yang menyebutkan menyalahkan masyarakat. Reporter media ini (kalau punya reporter) juga tidak pernah menghubungi Gibran. Mereka hanya mengutip pernyataan Gibran yang diunggah di akun medsosnya pada 24/4/2020.

Lalu dua media abal-abal ini di-screenshot oleh politisi yang lebih dikenal sebagai pakar di bidang panci dan barang pecah belah, Roy Suryo. Roy mengunggahnya di Twitter dengan gayanya yang khas. “Tweeps… Berita di @suaranasional ini bisa benar lho… bla la bla”. Kemudian bisa ditebak, umpan itu berhasil. Para cecunguk yang mem-follow akun Pakar Panci tersebut ikut-ikutan menghujat Gibran dengan nada kasar, berdasarkan informasi hoax yang disampaikan Roy Suryo.

Adakah hubungan antara Roy Suryo dengan dua media abal-abal itu? Apakah mungkin dua media abal-abal itu malah bikinan Si Pakar Panci? Entahlah. Yang jelas memang Roy dengan penuh suka cita membuat media abal-abal itu terkenal dengan menayangkan berita hoax yang dimuat di laman Twitternya.

Roy Suryo dan para cecunguknya mungkin sedang bergembira setelah isu hoax yang diumpankan berhasil dimakan para penggemar hoax, di Bulan Ramadhan ini. Ketika orang-orang berlomba-lomba menebar kebaikan di Bulan Suci, mereke menebar hoax. Sungguh luar biasa.

Tidak bisa dipungkiri, memang saat ini Gibran sedang ikut kontestasi untuk menjadi walikota Solo. Banyak orang ketakutan kalau sampai Gibran benar-benar menjadi Walikota. Walau pemilihan masih lama, Gibran memang telah melakukan langkah-langkah politik yang membuat gerah para pembenci Bapaknya. Kans Gibran yang tinggi di Pilkada Solo membuat mereka panik. Maka apapun dilakukan untuk menyerang.

Tak bisa dengan cara fair, maka dipakailah hoax se bagai senjata, dengan memanfaatkan isu Corona yang sedang naik daun. Pakai saja cara Roy Suryo. Cukup buat media abal-abal, isi dengan judul-judul tendensius, lalu endorse di Twitter. Murah meriah dan efektif untuk mengadu domba Gibran dengan masyarakat calon pemilih.

Entah apa agenda Roy dengan semua ini. Roy Suryo atau siapapun, boleh-boleh saja terus menyerang Gibran dengan senjata pelintiran-pelintiran seperti itu. Namun Gibran tetap akan menggunakan cara-cara yang baik dalam kontestasi Pilkada ini. Kita lihat siapa yang akan menang.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA